PENIGKATAN GIZI

Peningkatan Kesadaran Gizi Ibu dan Balita; Sosialisasi PP Muslimat NU dan Yaici di Palembang Sumatera Selatan

Dra.Hj.Khofifah Indar Parawansa, M.Si.

Mengarungi Kisah Inspiratif Hj Khofifah Indar Parawansa

MANASIK HAJI

Pembelajaran Manasik Haji Kecil TKTA Tarbiyatul Athfal41 Semarang pada Tgl.8 Oktober 2015 di Islamic Center Semarang

Pelatihan Penguatan Keaswajaan Da’iyah Muslimat NU

Penguatan Keaswajaan Bagi Da’iyah Muslimat NU DKI Jakarta

Ketua NU Kota Semarang

Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Dr. KH. Anasom MHum

Sabtu, 14 Oktober 2017

Lomba Warnai Batik Tingkatkan Pendidikan Karakter Anak PAUD

Pekalongan, PAUD dan Dikmas - Dalam rangka mengenalkan budaya dan tradisi, sekaligus menanamkan pendidikan karakter kepada anak usia dini. Digelar lomba mewarnai batik buket yang diikuti 500 peserta dari PAUD dan TK di Kota Pekalongan. "Batik menjadi ikon dan warisan budaya Indonesia, yang telah diakui dunia. Maka dengan lomba ini kita melestarikan dan menanamkan sedini mungkin. Karena dari usia dini, akan tertanam hingga dewasa nanti," papar Djajeng, Kepala PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah, yang mewakili Dirjen PAUD dan Dikmas, pada acara pembukaan lomba mewarnai batik Buket di Kawasan Budaya Jetayu, Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (5/10). Gelaran acara lomba mewarnai batik buket ini merupakan rangkaian acara Pekan Batik 2017. Agenda tahunan nasional dalam rangka menyambut dan memeriahkan hari batik nasional dan penetapan batik sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada 2 Oktober. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas), kata Djajeng, menilai kegiatan ini menjadi momen yang sangat tepat dalam pendidikan karakter. Juga melesetarikan budaya dan tradisi khas Indonesia. "Alangkah bagusnya pendidikan dan pengenalan batik ini dimasukan sebagai bahan ajar bagi anak-anak dan pendidikan masyarakat," papar Djajeng yang juga membuka acara batik raksasa Batik di kawasan budaya Jetayu. Pekan batik ke-9 ini dimeriahkan berbagai kegiatan, dari pameran batik hingga festival batik, dalam meningkatkan promosi pariwisata, batik, kuliner dan seni budaya Indonesia.(Tim Warta/KS/TGH)


Sumber:https://paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/8947.html

Dirjen PAUD dan Dikmas: Target SEAMEO CECCEP Wujudkan PAUD Universal

akarta, PAUD dan Dikmas - Kehadiran SEAMEO Ceccep sebagai lembaga pengembangan pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga sangat diharapkan peran aktifnya dalam penuntasan pendidikan anak usia dini di Indonesia khususnya, umumnya di ASEAN. Pasalnya, SEAMEO Ceccep merupakan center atau pusat kajian dan pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Keluarga untuk kawasan ASEAN. “SEAMEO CECCEP dibentuk untuk merealisasikan program pertama dari 7 (tujuh) program prioritas SEAMEO, yaitu tercapainya pendidikan universal pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan target anak-anak dari keluarga miskin, anak-anak yang tinggal di pedesaan, etnis yang termarjinalkan, serta anak-anak berkebutuhan khusus,” papar Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud, Harris Iskandar. Harris menegaskan bahwa untuk pelaksanaan SEAMEO CECCEP maka tanggal 14 September 2017 yang lalu, telah dilaksanakan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dikuasakan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat dengan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan dengan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) khusus untuk bersama-sama mengelola SEAMEO CECCEP. Dengan telah diakuinya SEAMEO CECCEP, kata Harris, sebagai sebuah organisasi baru di kawasan Asia Tenggara, keberadaan Centre ini akan menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi kita semua. Kebanggaan tersebut akan terwujud apabila seluruh stakeholders PAUD dan Pendidikan Keluarga dapat menjalin kerja sama untuk sama-sama menjadikan SEAMEO CECCEP besar dan berguna bagi bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara. “Diharapkan seluruh mitra PAUD dan Pendidikan Keluarga berkenan melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman seperti yang telah dilaksanakan dengan kedua perguruan tinggi tersebut. Sehingga pendidikan anak usia dini berkualitas serta pendidikan keluarga dapat terwujud di Indonesia, dan kawasan ASEAN,” harapnya. (Tim Warta/KS/Pri)

Sumber:https://paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/8950.html

Senin, 05 Juni 2017

Dirjen PAUD dan Dikmas: Perempuan Penentu Arah dan Corak Negara

Jakarta, PAUD dan Dikmas - Perempuan tiang negara. Perempuan sangat menentukan corak dan mutu generasi akan datang. Perempuan memiliki peluang dan tantangan yang sangat besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dunia dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas) Harris Iskandar dalam seminar bertema "Wanita Cerdas, Negara Kuat' yang digelar oleh KOWANI dalam KOWANI Fair 2017 di Gedung Smesco Jumat (2/6).

"Untuk itu perempuan harus diberikan peranan yang tinggi dalam semua sektor pendidikan. Juga diberi kesempatan mendapat layanan pendidikan hingga perguruan tinggi," ujar Harris.

Perempuan, kata Harris, mengutip hasil survey Booz dan Company menemukan bahwa memperluas lapangan kerja bagi perempuan bisa memberi dampak langsung terhadap produk domestik bruto (PDB). Dari survei itu disebutkan, perempuan mampu memberi kontribusi peningkatan PDB hingga 5% di Amerika Serikat, bahkan dapat mencapai 9% di Jepang, 12% di Uni Emirat Arab, dan 34% di Mesir.

"Artinya, jika perempuan diberi kesempatan dan diberdayakan. Maka akan meningkatkan pendapatan negara," papar Harris.

Untuk itu, kata Harris, Ditjen PAUD dan Dikmas yang dipimpinnya harus memberi peluang besar dalam setiap program dan kegiatan. Selain karena bergerak dalam pendidikan anak usia dini, perempuan juga menjadi guru dan penentu kehidupan anak kelak.

Sementara anggota DPR RI Ceu Popong Otje Djunjunan menegaskan bahwa pendidikan bagi perempuan itu akan lebih berguna dan bermanfaat bagi kehidupan bangsa ke depan.

"Memberikan pendidikan kepada perempuan itu bagai membangun sekolah. Jadi mari kita perkuat bangsa ini dengan mengasah IQ atau pendidikan kaum perempuan," pungkas politisi yang khas berbahasa Sunda itu. (Tim Warta/RSM/KS)

Sumber:https://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/8879.html

Suryan Widati Muhadjir Effendy: Pentingnya Sinergitas Ditjen PAUD dan Dikmas dengan KOWANI Ibu Suryan Widati Muhadjir Effendy Foto Bersama di Stand Pameran Ditjen PAUD dan Dikmas dalam acara Kowani Fair 2017

Jakarta, PAUD dan Dikmas - Suryan Widati Muhadjir Effendy, mengapresiasi kegiatan KOWANI Fair. Pasalnya menegaskan peran perempuan dalam setiap lintasan perjalanan bangsa.

"71 tahun kiprah organisasi wanita ini dalam mengisi kemerdekaan menunjukkan eksistensinya. Setiap babak sejarah tak lepas dari kiprah dan partisipasi aktif kaum perempuan," ujar istri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kamis (1/6).

Terkait keterlibatan jajaran Ditjen PAUD dan Dikmas, Kemendikbud dalam acara pameran KOWANI Fair 2017. Widati menegaskan bahwa KOWANI adalah organisasi yang memiliki anggota para pengusaha dan pegiat sosial. Sehingga Ditjen PAUD dan Dikmas yang membawahi pendidikan anak usia dini dan pendidioan masyarakat ini terlibat dan ikut menyosialisasikan programnya dalam agenda nasional kaum perempuan pengusaha tersebut.

"KOWANI adalah organisasi yang sudah mapan. Bahkan di antara anggotanya memiliki dan mengelola PAUD serta pendidikan nonformal semacam kursus. Sehingga bisa semakin sinergis antara kaum perempuan atau KOWANI dengan Ditjen PAUD dan Dikmas, hal ini bisa mempercepat pelayanan pendidikan sebagaimana tema Hardiknas kemarin percepat pendidikan bermartabat dan berkualitas," papar Widati.

Bahkan menurut Widati, Ketua KOWANI Pusat Giwo Rubianto pada tahun 2016 terpilih sebagai Bunda PAUD Nasional, karena peran dan partisipasinya dalam perkembangan dan pertumbuhan Pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Seperti diketahui KOWANI Fair 2017 berlangsung selama empat hari (1-4 Juni), menggelar berbagai acara mulai pameran dan talkshow. Rencananya Dirjen PAUD dan Dikmas, Harris Iskandar akan menjadi pembicara dalam KOWANI Fair ini dengan  tema "wanita cerdas, negara kuat" bersama anggota DPR RI Ceu Popong Otje Djunjunan dan Hetifah Saefuddin pada Jumat (2/6). (Tim Warta/SBH/KS)

sumber:https://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/8878.html

Seditjen PAUD dan Dikmas: SPK PAUD harus terakreditasi dan Mengajukan Izin Belajar Peserta Didik Asing

Batam-PAUD dan Dikmas - Masih adanya Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) yang belum terakreditasi dan melengkapi syarat-syarat administrasi, menjadi perhatian serius Ditjen PAUD dan Dikmas. Sekretaris Jenderal PAUD dan Dikmas, Wartanto, menegaskan agar semua penyelenggara pendidikan asing atau SPK harus segera memenuhi peraturan dan perundangan, yakni terakreditasi dan terdaftar peserta didiknya pada Juli tahun 2017.

"Sesuai aturan, tolong semua penyelenggara harus memiliki izin. Coba bandingkan dengan negara lain semua harus terdaftar dan memiliki izin. Tolong semua penyelenggara mendaftarkan anak-anaknya dalam Dapodik. Saya minta pada Juli sudah clear, dan semua terdaftar dan terakreditasi," tegas Wartanto.

Wartanto juga menegaskan bahwa sebenarnya tidak ada kesulitan dalam semua proses dan tidak ada pungutan biaya.

"Kami hanya melayani dan mendata. Toh itu pun untuk kebaikan anak didik dan SPK itu sendiri karena diakui oleh kementerian. Kan kalau sudah terakreditasi, yang bangga SPK dan orang  tua siswanya," papar Wartanto.

Mantan Kepala BP PAUD dan Dikmas Semarang ini menghimbau semua penyelenggara pendidikan juga memenuhi persyaratan termasuk data pendidik. Karena terindikasi ada juga tenaga pendidik asing yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan.

"Segera laporkan, dan tidak ada biaya apa pun. Mohon hargai dan laksanakan regulasi pendidikan, toh buat kebaikan semua. Anak didik, tenaga pendidik dan penyelenggara pendidikan," pungkas Wartanto.

Untuk pengawasan dan pembinaan di daerah, maka pihak penyelenggara bisa memanfaatkan atau mendatangi semua UPT PAUD dan Dikmas dan dinas pendidikan kab/kota di daerah masing-masing.(Tim Warta/ARF/KS)


Sumber:https://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/8874.html

Rabu, 10 Mei 2017

TK.TA.41 Gelar Pentas Seni Dan Perpisahan Di Hadiri Ketua NU Semarang

 Semarang.-Pendidikan Taman Kanak- Kanak (TK) Tarbiyatul Athfal 41 Semarang menggelar acara perpisahan bagi anak- anak didiknya tahun ajaran 2016 / 2017 di balai  Kelurahan Gemah ,Kec,Pedurungan Semarang Sabtu (6/5/17) lalu.
Acara yang diikuti puluhan anak, orang tua murid,Guru,serta segenap pengurus yayasan sekolah ini, diisi dengan berbagai acara hiburan. diantaranya, menyanyikan lagu Mars NU Hubbul Wathon bersama, dan  pentas seni  tari  yang di ikuti seluruh siswa TK secara bergantian .
Turut hadir dalam acara tersebut yakni,Ketua NU Semarang Drs.H Anasom ,M.Hum ,Ketua IGTKM NU Semarang Hj. Abu Hanifah S Pd ,Ketua Yayasan TK Tarbiyatul Athfal 41 Hj,Rohmatun, serta penyelenggara Hj ,Dra Fatonah dan  para tamu undangan .
Alif Wahdah S.Ag, selaku Kepala Sekolah TK Tarbiayatul Athfal 41 Semarang dalam sambutannya menyampaikan,acara perpisahan dan  pentas seni ini di selenggarakan dalam rangka bersilaturrohmi kepada seluruh orang tua murid dan sebagai pelepasan murid TK B kepada orang tua untuk kemudian nantinya melanjutkan ke pendidikan di jenjang selamjutnya. 
Di katakanya ,sedianya acara perpisahan akan diselenggarakan pada  bulan  Juni namun dikarenakan bulan tersebut  bertepatan  dengan  bulan Suci  Ramadhan  sehinga acara di majukan.
Meski demikian lanjut Alif mengingatkan ,setelah acara perpisahan ini di gelar anak didiknya tetap di anjurkan untuk masuk  mengikuti pejelajaran seperti biasannya  mengingat pembagian Ijasah maupun Raport  Semester baru akan di bagikan pada  17 juni 2017 mendatang.
“selanjutnya kami para  Guru ,pengasuh TK TA 41  Semarang mohon maaf sebesar besarnya  jika  dalam mengasuh ,mendidik  masih kurang memenuhi harapan bapak ibu semua “jelasnya.
Selain itu  Alif menambahkan, TK Tarbiyatul Athfal 41 Semarang  baru-baru ini juga berhasil  memperoleh juara harapan dua terkait pentas Seni  yang di selenggarakan oleh  IGTKM  muslimat NU se- Kota Semarang.”prestasi  ini perlu kami syukuri mengigat sudah 10 thn tidak juara,harapan kami ini semoga bisa menjadi semangat  kedepan agar lebih bak lagi “pungkasnya.
Di tempat yang sama Ketua IGTKM NU Semarang Hj. Abu Hanifah S.Pd mengucapkan ucapan selamat  kepada segenap jajaran pengurus TK TA 41 Semarang  yang telah mengikuti pentas seni   yang di selenggarakan  IGTKM Semarang  beberpa waktu lalu sehingga bisa memperoleh Juara ,walaupun menurutnya di TK NU juga telah mengembagkan pentas seni lewat tari  dan sebagainya  kata dia pentas seni  saat ini merupakan sebagai kebutuhan.
Selain itu ,Hanifah  juga menyampaikan kepada semua wali murid  yang hadir agar  tidak  hawatir  menyekolahkan putra putrinya di TK muslimat NU dikarenakan  kata dia di NU selain  pendidikan Nasional juga di terapkan pendidikan Agama ,mendidik secara Ahlakul karimah,berbudi pekerti  yang baik sesuai  ajaran  Islam sebenarnya .
“kami sampaikan kepada bapak ibu wali murid semuanya  jangan hawatir putra  putrinya sekolah di taman pendidikan muslimat NU ,karena sudah terbukti  di sisini mempunyai ke unggulan-keggulan  yang tidak di miliki oleh sekolah lainyanya . selain pendidikan Nasional di sini juga  ada pendidikan Agama “. Jelas Hanifah .
Sementara itu Ketua NU semarang Drs, H. Anasom M.Hum yang juga berkesempatan hadir dalam acara tersebut menyampaikan ,Bahwa TK Tarbiyatul Aftal  Muslimat NU di Kota semarang jumlahnya ada 61 dan semuanya hebat ,namun menurutnya yang paling hebat  adalah TK Tarbiyatul Athfal 41 yang berada di kelurahan Gemah. “karena acarannya di hadiri oleh Ketua NU”Guraunya .
untuk itu  Ia  mendorong pada semua wali murid agar memasukan putra putrinya di TK TA 41 Semarang
“ tadi kami  menyaksikan  pentas seni  anak -anak ini sangat hebat dan luar biasa sekali tidak ada di tempat lain  yang ada hanya di TK TA 41 Gemah Semarang ,untuk itu mari bapak ibu anak ,cucu  panjenengan semua di masukan ke TK Tarbiyatul Athfal 41 Semarang “,kata  Anasom.
Menurut Anasom,TK Tarbiyatul Atfal  itu di kelola oleh muslimat NU  dan untuk kurikulumnya kata dia memadukan  antara   anak-anak  nanti supaya semangat beragama  akan tetapi juga semangat berkreatifitas .
“jadi kurikulumnya menyatukan semua itu, dan tadi sudah kita saksikan bersama bahwa anak –anak kita pintar menari tetapi sekaligus juga bisa hafalan Jus Amma ,bisa hafal  Asmaul Husna ,dan lain sebagainya,ini harus  menjadi sasaran dan tujuan utama  bagi para orang tua untuk mendidik anak –anak kita jangan sampai anak kita tidak seimbang di dalam pendiikanya sehinggga ,harus ada Visi   pendidikan Agama akan tetapi juga Visi yang mendidik Anak menjadi seorang kreatif “. urainya.
Di masa depan tambah Aanasom ,nantinya anak –anak yang punya kemampuan Agama serta kemampuan kreatifitaslah  yang akan bisa hidup dan eksis di masyarkat .karena  kata dia dunia persaingan  nanti akan sangat luar biasa sehingga sejak dini  pendidikan mulai dari Paud maupun TK  sudah harus di dasari pendidian baik agama mupun pendidikan Non Agama.
“kratifitas itu akan memupuk,dan menyasar pada otak anak-anak supaya di masa depan nantinya menjadi anak –anak yang kreatif  karena di masa depan hidup bersaing bersama generasi –generasi yang lain ‘Pungkasnya .**





Rabu, 26 April 2017

Anak TK Cukup Minum 2 Gelas Susu per Hari

Banyak orangtua yang merasa puas ketika buah hatinya bisa menghabiskan bergelas-gelas susu. Namun, minum susu ada batasannya lho. Menurut penelitian terbaru di Amerika Serikat, anak usia empat tahun yang minum tiga atau lebih gelas susu per hari bisa sedikit mendorong tinggi badan namun cenderung membuatnya kelebihan berat badan alias obesitas.

Menurut para peneliti yang terlibat dalam studi terhadap 9000 anak-anak ini, dua gelas susu per hari sudah cukup bagi anak usia empat tahun.

"Kami sangat terkejut dengan indeks massa tubuh anak-anak usia empat tahun yang minum susu dengan jumlah banyak," terang pemimpin penelitian ini sekaligus dokter anak di  University of Virginia di Charlottesville, dr. Mark DeBoer.

"Melihat hasil data tingginya obesitas pada anak, kami merekomendasikan anak-anak usia empat tahun untuk minum dua porsi susu per hari untuk mencegah kenaikan berat badan yang tentunya tidak sehat seperti yang diungkapkannya kepada Reuters Healthseperti dikutip laman Huffington Post, Senin (5/1/2015).

Penelitian ini memeriksa bagaimana pola konsumsi susu 8.950 anak selamat empat tahun pertama dengan cara mewawancarai orangtua. Penelitian ini kemudian meneliti 7.000 anak usia lima tahun.

Hasilnya sekitar 53 persen anak-anak minum susu lebih dua hingga tiga gelas susu per hari. Lalu, 16 persen diantaranya merupakan anak usia empat tahun yang memiliki berat badan berlebih.

Penelitian serupa yang pernah dilakukan seorang dokter anak dan peneliti dari St. Michael's Hospital Toronto, dokter Jonathon Maguire pun selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh DeBoer. Penelitian yang dilakukan oleh Maguire menyatakan bahwa dua gelas susu per hari cukup untuk memenuhi kebutuhan Vitamin D dan zat besi untuk anak-anak. "Susu adalah sumber kalor dan lemak penting bagi anak-anak, tapi jika berlebihan mengonsumsinya bukan hal baik," ungkapnya

"Sehingga studi ini menekankan bahwa dua gelas susu per hari sudah ideal untuk pertumbuhan anak serta menghindari masalah kesehatan berat badan berlebih," tambah Maguire.

Dumber: liputan6.com

Waktu Tidur yang Teratur Cegah Anak Alami Obesitas

Peneliti menemukan hubungan antara rutinitas sehari-hari, seperti emosi dan berat badan dengan mempelajari kebiasaan hampir 11 ribu anak Inggris yang lahir antara tahun 2000 dan 2002.

"Penelitian ini memberikan lebih banyak bukti, rutinitas pada anak-anak usia prasekolah dikaitkan perkembangan anak serta usaha mengurangi kemungkinan anak-anak mengalami obesitas di masa depan," kata Dr Sarah Anderson, seorang profesor di Ohio State of Public Health, Amerika Serikat, ditulis pada laman The Telegraph, Senin (24/4/2017).

Penelitian ini dipublikasikan diInternational Journal of Obesity pada 24 April 2017. Peneliti mengevaluasi tiga rutinitas rumah tangga pada anak-anak berusia tiga tahun.

Kategori penelitian dilihat dari waktu tidur biasa yang teratur, waktu makan, dan apakah orangtua membatasi menonton televisi. Kemudian apakah anak menonton televisi hingga satu jam atau kurang tiap hari.

Sumber: liputan6.com

Senin, 24 April 2017

Minta Gambar Pahlawan Dipasang, Mendikbud: Idolanya Jangan Doraemon

Jakarta, PAUD dan Dikmas - Seperti yang dilansir dari kanal berita detik.com, untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme, Mendikbud Muhadjir Effendy meminta agar gambar pahlawan nasional dipasang di dinding kelas. Agar siswa bisa meneladani karakter para pahlawan.

"Iya untuk meneladani. Biar idolanya pahlawan nasional, jangan idolanya Doraemon," kata Muhadjir dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (23/4/2017).

Selain gambar pahlawan, sekolah juga diminta memasang teks Pancasila dan juga foto Presiden dan Wakil Presiden. Muhadjir meminta Pancasila dan gambar pahlawan nasional jangan hanya ditempel, namun juga dihayati.

"Ini kan salah satu cara saja. Tidak boleh sekadar menempel. Menanamkan nilai kepada anak itu kan harus dalam bentuk contoh. Ada keteladanan dari pihak guru. Kemudian juga pembiasaan," ujar Muhadjir.

Permintaan pemasangan gambar pahlawan itu tertuang dalam surat edaran bernomor 21042/MPK/PR/2017 dan bertanggal 11 April 2017 itu itu ditandatangani langsung oleh Mendikbud Muhadjir Effendy. Surat ini ditujukan untuk kepala-kepala dinas pendidikan di daerah.

Dalam surat itu juga disebutkan, siswa diminta untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap pagi di ruang kelas. Seusai kegiatan belajar mengajar, siswa diminta menyanyikan salah satu dari lagu kebangsaan.

"Menyanyikan Indonesia Raya itu dalam rangka pembiasaan. Mestinya kemudian gurus harus disertai dengan penjelasan makna dari lagu Indonesia Raya itu bait per bait dan seterusnya," kata Muhadjir. 

Muhadjir mengatakan surat edarannya itu merupakan bentuk penyempurnaan dari kebijakan-kebijakan sebelumnya. Selain itu surat itu ditujukan untuk memantabkan semangat cinta tanah air dan nasioalisme.

"Untuk lebih memantabkan pembinaan cinta tanah air dan rasa nasionalisme. Itu menjadi bagian atau target dari 18 karakter. Di dalamnya ada cinta tanah air dan semangat bela negara," kata Muhadjir.

Berikut isi dari surat tersebut:

Yth. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Provinsi/Kabupaten/Kota
di Seluruh Indonesia

Menindaklanjuti arahan Presiden RI untuk mengutamakan dan membudayakan pendidikan karakter di dalam dunia pendidikan sebagai implementasi dari Nawacita yang dicanangkan melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), kami mengharapkan bantuan Saudara untuk mendorong upaya penguatan pendidikan karakter pada seluruh jenis dan jenjang pendidikan antara lain mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti dan petunjuk teknis lainnya.
Selanjutnya untuk membangun/membangkitkan nasionalisme dan patriotisme, kami memgharapkan Saudara dapat menginstruksikan kepada seluruh satuan/lembaga pendidikan/sekolah baik di tingkat PAUD/SD/SMP/SMA/SMK untuk : 
1. Memasang Naskah Pancasila, Foto Presiden RI dan Wakil Presiden RI di setiap ruang kelas serta beberapa foto Pahlawan Nasional dalam bingkai/pigura yang baik dan rapi.
2. Menyiapkan setiap kelas agar menyanyikan lagu Indonesia Raya di setiap pagi awal Kegiatan Belajar 
Mengajar (KBM) dan menyanyikan salah satu lagu kebangsaan/nasional sebelum pulang. 

Demikian disampaikan. Atas perhatian dan kerja sama Saudara, kami ucapkan terima kasih. 


Sumber:https://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/8834.html

Wawasan Keterampilan Diharapkan Ada dalam Materi UNPK

Semarang, PAUD dan Dikmas - Seksi Kurikulum dan Penilaian pada Dinas Pendidikan Kota Semarang, Ahmad Juri memberikan masukan terkait penjadwalan ujian kesetaraan pendidikan Paket C melalui Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK).

Ahmad Juri mengatakan bahwa, jadwal pelaksanaan UNPK sebaiknya di lakukan pada hari biasa. Pasalnya, kata dia, para peserta sebagian besar memiliki pekerjaan. Bila pelaksanaan UNKP pada hari biasa, pihaknya akan memberikan surat rekomendasi ke perusahaan agar para peserta yang berstatus sebagai pekerja diberikan waktu untuk mengikuti ujian.

"Jika hari libur seperti sekarang ini yang ditakutkan banyak peserta tidak bisa hadir mengikuti ujian, untungnya tingkat kehadiran peserta UNKP di Kota Semarang tahun ini sangat memuaskan yaitu hampir 96 persen," jelasnya di sela penutupan UNPK bagi peserta ujian kesetaraan pendidika Paket C di SMPN 39 Semarang pada Minggu (23/04/2017).

Sementara, terkait materi ujian, dirinya juga memberikan masukan agar pada ujian kesetaraan pendidikan Paket C selanjutnya ditambahkan materi wawasan yang berhubungan langsung dengan para peserta yaitu sisi life skill(keterampilan-red). Materi ketrampilan perlu ditambahkan dalam ujian, tujuannya bisa untuk bekal para peserta nanti jika telah lulus.

"Peserta bisa memetik hasil dari materi wawasan ketrampilan jika dimasukan ke dalam lembar soal. Peserta bisa  mengaplikasikannya nanti bila belum mendapat pekerjaan tetap. Materi itu saya rasa bisa di masukan ke dalam kurikulum nasional sebagai dasar ujian kesetaraan Paket C," harapnya. (Tim Warta/ROY/KS)

Sumber:https://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/8833.html

Sabtu, 22 April 2017

151 Siswa Paket C Ikuti UNBK di Kota Yogyakarta

Yogyakarta, PAUD dan Dikmas - Pelaksanaan Ujian Nasional Kesetaraan (UNPK) paket C di wilayah Yogyakarta digelar di empat sekolah negeri dengan menggunakan 31 ruang kelas.

 

Menurut ketua panitia pelaksana ujian Sudijarto, peserta ujian sebanyak 411 siswa, terdiri 151 mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dan sekitar 260 peserta mengikuti ujian berbasis kertas pensil (UNKP).

 

"Alhamdulillah antusias peserta didik sangat tinggi. Meski kehadiran untuk ujian IPS sebanyak 74.8 persen. Itu pun karena sakit dan bentrok dengan pekerjaan peserta didik yang tidak bisa ditinggalkan," ungkapnya.

 

Sementara itu peserta ujian, kata Sudijarto, rata-rata peserta didik paket C adalah putus sekolah karena biaya dan bisa meneruskan sekarang. Dengan peserta tertua berusia 45 tahun dan 43 tahun.

"Rata-rata usia peserta didik kisaran 19-25 tahun. Semoga ujian gelombang kedua Oktober nanti bisa melalui UNBK semua," pungkasnya. (Tim Warta/Slamet/KS)


Sumber:https://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/8826.html

Peserta UN Kesetaraan Paket C di Semarang Optimis Lulus

Semarang, PAUD dan Dikmas - Sebanyak 28 Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) dan 1 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kota Semarang mengikuti Ujian Nasional pendidikan kesetaraan paket C gelombang pertama berbasis kertas dan pensil tahun pelajaran 2016 - 2017.

 

Pelaksanaan UN kesetaraan pendidikan paket C yang di ikuti 28 PKBM dan 1 SKBM di bagi menjadi dua tahap. Jadwal tahap pertama di laksanakan pada Sabtu dan Minggu (16-17/04/2017). Sementara tahap kedua di lakukan pada Sabtu dan Minggu (22-23/04/2017) bertempat di SMPN 39 Kota Semarang.

 

Ahmad Juri selaku Seksi Kurikulum dan Penilaian Dinas Pendidikan Kota Semarang mengatakan bahwa, apabila di total dari PKBM dan SKB tahun ini yang mengikuti UNKP sebanyak 29, untuk total peserta berjumlah sebanyak 170 orang. 

 

"Untuk jumlah ruangan kita bagi menjadi 9, dan masing masing ruangan diisi mulai dari 16 sampai 20 peserta ujian kesetaraan Paket C," jelasnya.

 

Lanjut dia, PKBM sejauh ini belum memiliki fasilitas yang memadai untuk pelaksanaan ujian pendidikan kesetaraan sehingga untuk pelaksanaannya masih menginduk ke sekolah negeri seperti di SMPN 39 Kota Semarang.

 

"Harapan saya nanti PKBM memiliki tempat beserta fasilitas yang memadai untuk menggelar sendiri UN kesetaraan kedepannya," tandasnya.

 

Sementara itu, salah satu peserta UN Kesetaraan pendidikan Kejar Paket C, Nurul Hidayati (23) asal Desa Wonorejo, Kecamatan Ngawian dari PKBM Bina Ilmu menuturkan, tujuan ikut ujian kesetaraan lantaran dirinya tidak menamatkan sekolah SMA nya.

 

"Jadi, saya ikut ujian kesetaraan karena dulu pas SMA tidak lulus karena terbentur masalah ekonomi, dan saat ini membutuhkan ijazah setara SMA guna mencari pekerjaan. Rata rata perusahaan atau pabrik kan nerimanya lulusan SMA sehingga saya ikut ujian ini," tuturnya.

 

Senada dengan itu, Maessie Vania Agustin Bumuluh (17) asal kelurahan Ringin Telu, kecamatan Ngalian mengatakan bahwa, pendidikan terakhir yang ditempuh saat itu hanya sampai kelas 2 SMA akibat mengalami sakit cukup lama sehingga tidak menyelesaikan sekolahnya hingga lulus. Ketika ditanya apakah yakin akan lulus ujian kesetaraan pendidikan Paket C, ia pun mengaku optimis bakal lulus. Namun dirinya mengaku sedikit mendapat kendala pada dua mata ujian yaitu matematika dan ekonomi.

 

"Waktu itu saya sakit, jadi hanya sampai kelas 2 SMA. Sekarang ini saya butuh ijasah SMA untuk melanjutkan kuliah. Sejauh ini untuk mata ujian hanya matematika dan ekonomi yang agak sulit, selebihnya tidak ada kendala," pungkasnya. (Tim Warta/ROY/KS)


Sumber:https://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/8825.html

Ditjen PAUD dan Dikmas Akan Tindak Tegas SPK PAUD Yang Tidak Taati Atu

 Lombok, PAUD dan Dikmas - Pada tahun 2017, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan DIKMAS) akan menindak tegas lembaga penyelenggara PAUD jika tidak memenuhi syarat akreditasi dan administrasi. Tak terkecuali Satuan Pendidikan Kerja Sama Pendidikan Anak Usia Dini (SPK PAUD).

Hal itu ditegaskan Wartanto, Sekretaris Jenderal Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masayarakat (Sesditjen PAUD dan Dikmas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dalam sambutan pembukaan Sosialisasi Kerja Sama Program PAUD dan Dikmas Regional Timur di Lombok, Kamis (20/4).

"Kami akan tegakan peraturan, sesuai instruksi Pak Menteri agar semua satuan pendidikan untuk segera terakreditasi. Terutama masih banyak lembaga SPK PAUD yang belum memberikan laporan," ungkap Wartanto.

Pihaknya, kata Wartanto, akan melakukan teguran hingga tiga kali berturut-turut. Jika tidak mengindahkan aturan maka Ditjen PAUD dan Dikmas akan melakukan tindakan hingga menutup lembaga pendidikan tersebut.

"Kami akan layangkan surat hingga tiga kali. Jika tetap tidak memenuhi administrasi dan laporan rutin, maka kami tidak akan sungkan untuk menutupnya," tegas Wartanto.

Dalam acara sosialisasi yang diikuti 80 lembaga PAUD WNA, terungkap baru 5 SPK PAUD yang sudah terakreditasi dari 158 SPK PAUD di seluruh Indonesia.

Sesuai peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 31 tahun 2014, dan Peraturan Dirjen PAUD dan Dikmas nomor 148 tahun 2014 tentang Kerja Sama Penyelenggaraan dan Pengelolaan oleh Lembaga Pendidikan Asing di Indonesia. Maka seluruh lembaga pendidikan, termasuk SPK PAUD wajib mengajukan akreditasi dan melakukan laporan tahunan. (Tim Warta/Pri/KS)

Acara yang dibagi dalam dua wilayah, yakni Wilayah Regional Timur yang digelar di Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 21-24 April 2017. Sedangkan Wilayah Regional Barat akan digelar di Batam pada 17 - 19 Mei 2017 mendatang. Untuk wilayah Regional Timur diikuti sekitar 130 peserta dari provinsi Papua, NTB, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, dan Sulawesi Tenggara.

Ditjen PAUD dan Dikmas Gelar Sosialisasi Kerja Sama Regional Timur

Lombok, PAUD dan Dikmas - Guna mensosialisasikan perpanjangan izin penyelenggaraan, akreditasi, dan izin belajar peserta didik asing pada SPK PAUD, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan DIKMAS) menggelar Sosialisasi Kerja Sama Program PAUD dan Dikmas.

Menurut Kabag Umum dan Kerja Sama, Setditjen PAUD dan Dikmas, Triana Januari, bahwa setiap lembaga pendidikan harus memenuhi standar dan mengikuti aturan pendidikan yang berlaku. Sehingga dengan acara ini, kata Bu Tri biasa disapa, memberikan arahan dan kemudahan bagi lembaga pendidikan yang memberikan layanan pendidikan bagi WNA.

"Ini sesuai instruksi Presiden Jokowi dan Mendikbud agar memberi kemudahan dalam investasi dan berbagai layanan untuk kepentingan bangsa. Kami gelar acara ini untuk seluruh lembaga yang melayani pendidikan bagi WNA," papar Tri.

Acara sosialisasi ini dibagi dalam dua wilayah, yakni  Regional Timur yang digelar di Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 20-22 April 2017. Sedangkan Regional Barat akan digelar di Batam pada 17 s.d 19 Mei 2017 mendatang. (Tim Warta/RHD/KS)

MULTI TAB 1

Pentas Seni & Perpisahan

Pentas Seni & Perpisahan

MULTI TAB 2

Kegiatan Kartinian

Kegiatan Kartinian

MULTI TAB 3

anoman

anoman

MULTI TAB 4

perpisahan

perpisahan

MULTI TAB 5

kartinian 2

kartinian 2


MULTI TAB 6

1

Entri Populer

MULTI TAB 7

Headline

">

MULTI TAB 9

Buku Tamu

MULTI TAB 10

Daftar Blog Saya

MULTI TAB 11




 
KEMBALI KEATAS
') }else{document.write('') } }