PENIGKATAN GIZI

Peningkatan Kesadaran Gizi Ibu dan Balita; Sosialisasi PP Muslimat NU dan Yaici di Palembang Sumatera Selatan

Dra.Hj.Khofifah Indar Parawansa, M.Si.

Mengarungi Kisah Inspiratif Hj Khofifah Indar Parawansa

MANASIK HAJI

Pembelajaran Manasik Haji Kecil TKTA Tarbiyatul Athfal41 Semarang pada Tgl.8 Oktober 2015 di Islamic Center Semarang

Pelatihan Penguatan Keaswajaan Da’iyah Muslimat NU

Penguatan Keaswajaan Bagi Da’iyah Muslimat NU DKI Jakarta

Ketua NU Kota Semarang

Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Dr. KH. Anasom MHum

Rabu, 10 Juni 2015

Jelang Ramadan Ratusan Siswa Bina Amal Turun Ke Jalan

SEMARANG – Ratusan siswa Sekolah Islam Terpadu Bina Amal mengikuti pawai untuk menyambut datangnya Ramadan, Rabu (10/6). Mereka melakukan longmarch untuk mengingatkan pengguna jalan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Siswa-siswi Bina Amal ini memulai pawai dari sekolah mereka di Jalan Kyai Saleh sekitar pukul 07.30. Sebagian besar peserta berjalan kaki menempuh rute sekitar 3 kilometer melewati Jalan Veteran, Jalan Pahlawan, Jalan Menteri Supeno dan kembali lagi ke Kyai Saleh.

Ketua Panitia, Abdul Charis mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk mengenalkan kewajiban berpuasa sedini mungkin. “Semua siswa kita libatkan. Kami ingin memberi pemahaman bahwa puasa itu menyenangkan. Mereka juga sangat antusias mengikuti kegiatan ini,” katanya.

Di sepanjang perjalanan, mereka membagi-bagikan jadwal puasa, bunga dan pesan indah kepada pengguna jalan untuk menyambut bulan Ramadan. “Senang bisa ikut pawai seperti ini,” tutur Zaula, siswa kelas 2 SD, sambil sibuk membagikan bunga dan jadwal puasa.


 (metrosemarang)



Penghargaan Bagi PTK PAUDNI Harus tetap Ada

“Tentunya penghargaan kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikkan Pendidikkan Anak Usia, Dini Nonformal dan Informal (PTK PAUDNI) dimanapun berada harus tetap ada,” ujar Nugaan Yulia Wardani Siregar selaku Direktur Pembinaan PTK PAUDNI di sela-sela acara malam puncak Apresiasi PTK PAUDNI Tahun 2015, Senin (8/6)

Meskipun nantinya Direktorat Pembinaan PTK akan bergabung dengan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikkan, ujar Nugaan menyikapi perubahan struktur baru di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Terkait terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2015 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 21 Januari 2015 silam.

Namun mengenai konsep Apresiasi bagi PTK PAUDNI kedepan saat ini belum bisa kita pikirkan sekarang, yang pasti formatnya  melihat kelemahan-kelemahan yang ada untuk diminimalisir dan disempurnakan penyelenggarannya. Sejak pertama kali digelarnya Apresiasi tersebut hingga saat ini, jadi PTK PAUDNI kedepan tidak perlu resah mengenai hal tersebut, ujar Direktur Pembinaan PTK PAUDNI menambahkan.

Kegiatan yang diselenggarakan sejak 4 s.d 8 Juni 2015, oleh Direktorat Pembinaan  PTK PAUDNI diikuti 528 peserta PTK PAUDNI dan kontingen 33 provinsi se Indonesia. Acara tersebut merupakan ajang bagi para PTK PAUDNI mengembangkan sekaligus berinovasi guna memajukan pendidikan anak usia dini, pendidikkan nonformal dan informal. 

Serta saling bertukar dan berbagi informasi diantara para peserta mengenai perkembangan PAUDNI di daerahnya masing-masing, selain berkompetisi dengan sehat dengan peserta lainnya.


 (sumber paudini.kemdikbud.go.id )

Provinsi DIY Meraih Juara Umum pada Ajang Apresiasi PTK PAUDNI Tahun 2015

 Perhelatan akbar tahunan Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) yaitu Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2015 yang digelar di Kota Medan rampung sudah dengan menetapkan Provinsi D.I. Yogyakarta Sebagai juara umum. Acara ini dilaksanakan dari tanggal 3-9 Juni 2015 dengan diikuti oleh 495 orang PTK yang berasal dari 34 provinsi.

Acara puncak Apresiasi PTK PAUDNi Berprestasi berlangsung di Hotel Danau Toba Internasional tadi malam, Senin (8/6) sekaligus merupakan malam penganugrahan apresiasi dengan mengumumkan para pemenang dari semua kategori yang dilombakan.

"Di tangan Bapak dan Ibu membekas keterampilan dan keahlian yang akan memberikan efek yang panjang bagi anak didik, masa depan anak didik ditentukan oleh manusianya, bukan hanya Pemerintah tapi orang tua harus ikut terlibat juga, karena orang tua adalah pendidik terpenting" Ujar Mendikbud, Anies Rasyid Baswedan, Ph.D.

Hadir mendampingi Mendikbud yaitu Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI), Ir. Dr. Taufik Hanafi, Sekretaris Ditjen PAUDNI, Ella Yulaelawati, Ph.D, Direktur P2TK, Dr. Nugaan Yulia Wardhani, Direktur Pembinaan PAUD, Dr. Erman Syamsudin, Direktur Pembinaan Dikmas, Dr. Wartanto, Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Muslikh, SH, Gubernur Sumatera Utara H. Gatot Pujo Nugroho, beserta jajaran Pemda Kota Medan.

Para pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) perwakilan terbaik dari 34 provinsi saling berlomba menunjukkan kompetensinya pada bidang masing-masing untuk menjadi pemenang. Ada 15 jenis lomba perorangan yang terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu 2 untuk kategori PTK PAUD, 7 untuk kategori PTK Kursus dan Pelatihan, dan 6 untuk kategori PTK Dikmas. Selain lomba bagi perorangan ada juga lomba apresiasi secara kelompok seperti senam aerobik, kreasi daerah, dan paduan suara.

Sementara itu, Plt. Dirjen menegaskan bahwa dengan adanya apresiasi ini selain dapat memupuk tali silaturahmi antar para PTK PAUDNI, tentunya harus semakin meningkatkan mutu pembinaan dan kualitas PTK agar selalu berinovasi, berpikir cerdas, berkarakter, profesional, dan bertanggungjawab. (sumber .paudini.kemdikbut.go.id).


Berikut nama-nama pemenang Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tahun 2015 :

Untuk Juara Umum dari keseluruhan lomba di raih oleh Provinsi D.I. Yogyakarta.

Kategori Perorangan :

Kelompok PTK PAUD :

1. Pendidik PAUD (KB/TPA/SPS)

NO

NAMA

PROVINSI

DINYATAKAN SEBAGAI

1

Hikmah Mulia Dewi, S.Pd

Jawa Tengah

Peserta Terbaik I

2

Andepi Daryana, S.Pd

Jawa Barat

Peserta Terbaik II

3

LilisSuryani, S.Pd

D.I. Yogyakarta

Peserta Terbaik III

4

Suharni, S.Pd., M.Psi

Jawa Timur

Harapan I

5

Raja Arina

Riau

Harapan II



2. Pengelola PAUD (KB/TPA/SPS)

NO

NAMA

PROVINSI

DINYATAKAN SEBAGAI

1

Diane Fatmawati, St., MM

Jawa Barat

Peserta Terbaik I

2

Puji Ika Rahayu, S.Pd

Kalimantan Tengah

Peserta Terbaik II

3

Nelti Rizka, A.Md.,Keb.

Riau

Peserta Terbaik III

4

Mira Mirnawati, M.Pd

Gorontalo

Harapan I

5

Evawati, S.Pd

Sumatera Barat

Harapan II



Kelompok PTK DIKMAS

1. Pamong Belajar

NO

NAMA

PROVINSI

DINYATAKAN SEBAGAI

1

Rini Marini, S.Pd

Jawa Barat

Peserta Terbaik I

2

Galuh Murya Widawati, S.P.

Jawa Tengah

Peserta Terbaik II

3

Jati Utami

Jawa Timur

Peserta Terbaik III

4

Tri Fatchur Rahman, S.Pd

Papua

Harapan I

5

Susarah Lobo, S.Pd

DKI Jakarta

Harapan II



2. Penilik

NO

NAMA

PROVINSI

DINYATAKAN SEBAGAI

1

Iswahyuningsih

JawaTimur

Peserta Terbaik I

2

Juyunah Nurlatifiah, S.Pd

DI Yogyakarta

Peserta Terbaik II

3

Amelia Dian Endarini, S.Si

Jawa Tengah

Peserta Terbaik III

4

Dwi Hayantina, S.Pd

Jawa Barat

Harapan I

5

Usman DM, S.Pd

Sulawesi Selatan

Harapan II



3. Pengelola PKBM

NO

NAMA

PROVINSI

DINYATAKAN SEBAGAI

1

H. Ali Ishak Dalimunthe, SS

Sumatera Utara

Peserta Terbaik I

2

Noor Aisyah, M.Pd

Kalimantan Tengah

Peserta Terbaik II

3

Biardini

Banten

Peserta Terbaik III

4

Syahrudin, S.Kom

DKI Jakarta

Harapan I

5

Heru

Jawa Barat

Harapan II



4. Pengelola TBM

 NO

NAMA

PROVINSI

DINYATAKAN SEBAGAI

1

Khodijah

Kalimantan Timur

Peserta Terbaik I

2

Dimas Ari Pamungkas, S.Pd. S.D

Jawa Tengah

Peserta Terbaik II

3

Ahmad IkhwanSusilo

JawaTimur

Peserta Terbaik III

4

Christanti Widyaningsih, SP

DI Yogyakarta

Harapan I

5

Andreas Peranginangin, M.Si

Sumatera Utara

Harapan II



5. Tutor Pendidikan Keaksaraan

NO

NAMA

PROVINSI

DINYATAKAN SEBAGAI

1

Hendra Fredy Asmara

JawaTimur

Peserta Terbaik I

2

Herin Ratnaningsih, S.Pd

DI Yogyakarta

Peserta Terbaik II

3

Prasasti Budhi Utami, S.Sos

Kalimantan Selatan

Peserta Terbaik III

4

Mailinda

Sumatera Barat

Harapan I

5

Wan AnnisahHotimah, S.Pd

Sumatera Utara

Harapan II



6. Kepala SKB

NO

NAMA

PROVINSI

DINYATAKAN SEBAGAI

1

Mulyana, S.Pd, M.Pd

Aceh

Peserta Terbaik I

2

Drs. Wahyudin, M.Si

Jawa Tengah

Peserta Terbaik II

3

Drs. Khairuddin

Nusa Tenggara Barat

Peserta Terbaik III

4

Djuariningsih, S.Pd, MM

Bangka Belitung

Harapan I

5

Rr. Dwi Suwarniningsih, S.Pd

DI Yogyakarta

Harapan II



Kelompok PTK Kursus dan Pelatihan :

1. Pengelola Kursus dan Pelatihan

NO

NAMA

PROVINSI

DINYATAKAN SEBAGAI

1

Agus Manto

Jawa Tengah

Peserta Terbaik I

2

Drs. Nurhadi Bahri

JawaTimur

Peserta Terbaik II

3

Drs. Mgs. Hendri, MM

Jawa Barat

Peserta Terbaik III

4

Agus Nurwijanarko, SE

DI Yogyakarta

Harapan I

5

Syahril Hiram, SE

Aceh

Harapan II



2. Instruktur Kursus Tata Boga

NO

NAMA

PROVINSI

DINYATAKAN SEBAGAI

1

Dra. Megat Nolina

Sumatera Utara

Peserta Terbaik I

2

Arum Puspita Sari

JawaTimur

Peserta Terbaik II

3

Hesty Dewi P, SE

Kalimantan Tengah

Peserta Terbaik III

4

Eliyah, MPd

Jawa Barat

Harapan I

5

FX. Augusto Sukmana, SPd

Sulawesi Utara

Harapan II



3. Instruktur Kursus Tata Busana

NO

NAMA

PROVINSI

DINYATAKAN SEBAGAI

1

Dra. Valentina Poniyan

DI Yogyakarta

Peserta Terbaik I

2

Retno Tri Susantri

Jawa Tengah

Peserta Terbaik II

3

Tri Harianta, S.Pd

Nusa Tenggara Barat

Peserta Terbaik III

4

Ni Made Nurhaeni Mulya Dewi, S.Pd

Bali

Harapan I

5

Riswandi

Aceh

Harapan II



4. Instruktur Kursus Tata Rias Pengantin

NO

NAMA

PROVINSI

DINYATAKAN SEBAGAI

1

Fonny Raidesita

Nusa Tenggara Barat

Peserta Terbaik I

2

Alia Rakhmawati, S.Pd

JawaTimur

Peserta Terbaik II

3

Sri Utami Rahayu, S.Pd

Jawa Barat

Peserta Terbaik III

4

Drs. Bhastian Hendra

Lampung

Harapan I

5

Fitriana

Aceh

Harapan II



5. Instruktur Kursus Baby Sitter

NO

NAMA

PROVINSI

DINYATAKAN SEBAGAI

1

Ina Latifah, S.ST

DI Yogyakarta

Peserta Terbaik I

2

Lina Wahyu Susanti, S.ST, M.Kes

Jawa Tengah

Peserta Terbaik II

3

Natalia Theophilla Kusuma Astuti

DKI Jakarta

Peserta Terbaik III

4

Sitti Aisyah

Aceh

Harapan I

5

Murtimah

Banten

Harapan II



6. Instruktur Kursus Komputer

NO

NAMA

PROVINSI

DINYATAKAN SEBAGAI

1

Muhadi Tri Wusana

DI Yogyakarta

Peserta Terbaik I

2

Muhammad Irwansyah, S.Pd

Riau

Peserta Terbaik II

3

I Komang Angga Maha Putra

Bali

Peserta Terbaik III

4

Erwin Dwi Nurpermadi, S.Pd

Jawa Tengah

Harapan I

5

Noval Sufriyanto Talani, S.Sn, M.Ds

Gorontalo

Harapan II



7. Instruktur Kursus Otomotif

NO

NAMA

PROVINSI

DINYATAKAN SEBAGAI

1

Tukirin, S.Pd. T

DI Yogyakarta

Peserta Terbaik I

2

Tatang Mulyana, S.Pd

Jawa Barat

Peserta Terbaik II

3

Verawati Sanjaya, S.Pd

Jawa Tengah

Peserta Terbaik III

4

Darmayanto, ST

Nusa Tenggara Barat

Harapan I

5

Alit Putra Mahardana, S.T., M.Pd

Bali

Harapan II





Kategori Kelompok :

1. Paduan Suara

NO

PROVINSI

DINYATAKAN SEBAGAI

1

MALUKU

Peserta Terbaik I

2

PAPUA

Peserta Terbaik II

3

SULAWESI UTARA

Peserta Terbaik III



2.  SenamAerobik

NO

PROVINSI

DINYATAKAN SEBAGAI

1

JAWA TENGAH

Peserta Terbaik I

2

BALI

Peserta Terbaik II

3

JAWA TIMUR

Peserta Terbaik III


Senin, 08 Juni 2015

Mengajarkan Anak Shalat Sejak Dini


Salah satu kewajiban orangtua adalah mendidik anak-anaknya untuk taat pada perintah Allah. Salah satunya dengan mengajarkan sholat, menjelaskan bahwa sholat adalah kewajiban bagi setiap muslim. Dan pendidikan sholat ini dimulai sejak dini. Rosulullah sendiri mengajarkan kepada para orangtua untuk memerintahkan anaknya sholat pada usia 7 tahun, dan memukul mereka jika tidak mau sholat pada usia 10 tahun.
Sering kali orang tua lalai akan kewajiban yang satu ini. Dengan dalih, “kan masih kecil, belum baligh”, sehingga akhirnya anak-anak tumbuh besar dengan kebiasaan tidak sholat. Itu diperparah dengan kebiasaan orangtua sendiri yang sering meninggalkan shalat. Masya Allah…
Berikan teladan. Anak-anak melihat dan meniru bagaimana kebiasaan orangtuanya. Anak laki-laki, biasanya melihat sosok ayahnya sebagai figur idolanya. Anak perempuan melihat ibu sebagai figur idolanya. Jika ayah dan ibu mereka adalah orang yang senantiasa menjalankan perintah agama, maka insya Allah, anak-anak pun akan mudah untuk diarahkan. Karena mereka melihat betapa ringan dan mudahnya orangtua menjalankan kewajiban tersebut.
Ajak sholat bersama. Walaupun ia belum mengerti tentang kewajiban sholat, tak ada salahnya bagi kita untuk mengajaknya sholat bersama kita . Sesekali ia memang bermain-main. Tapi, semakin ia besar, dan kita memberikan pengertian yang dapat diterimanya, maka ia akan memperbaikinya dan sholat dengan cara yang benar.
Belikan perlengkapan sholat. Anak-anak akan semakin bergembira dan senang diajak sholat jika Anda menyediakan perlengkapan sholat khusus untuknya. Jika tak sanggup membeli, dan Anda memiliki kemampuan di bidang jahit-menjahit, membuatkan mukena atau baju koko mini yang sesuai dengan anak Anda akan membuatnya bangga dan senang.
Bawa ke masjid dengan penjagaan. Siapa bilang tidak boleh membawa anak-anak ke masjid? Boleh-boleh saja, namun, dengan penjagaan. Misalnya, Anda membuat perjanjian dengannya agar tidak berisik dan bermain-main pada saat sholat. Ajarkan anak-anak tentang adab-adab di masjid, sehingga ia pun melakukan hal tersebut dengan kesadaran.
Cari sekolah yang mengajarkan anak untuk berlatih sholat sejak dini. Saat anak-anak mulai sekolah, dan untuk menyesuaikan pola pendidikan Anda di rumah yang mengajarkan kedisiplinan untuk sholat, ada baiknya Anda memilihkan sekolah yang juga melatih mereka untuk sholat, terutama sholat berjama’ah. Sering kali kita sudah mendidik anak untuk sholat tepat waktu, tapi ternyata sekolahnya tidak mengajarkan untuk sholat tepat waktu, bahkan tidak ada jam istirahat untuk sholat saat waktunya tiba. (Berbagai sumber)
 

Tips tetap Sehat dengan berolahraga saat puasa

Foto:Ilustrasi.

Tidak adanya asupan makanan dan minuman selama hampir dari 24 jam, membuat kebanyakan orang jadi enggan untuk melakukan kegiatan olahraga saat berpuasa. Belum lagi kalau dalam satu hari masih harus di sibukan dengan kegiatan lain yang menguras tenaga dan pikiran, badan terasa lemah dan tidak bertenaga.

Tapi sebenarnya saat kita berpuasa, kegiatan olahraga masih bisa berjalan seperti biasa. Asupan makanan dan minuman saat kita sahur sebenarnya sudah cukup untuk melakukan olahraga, tentunya perlu diperhatikan betul olahraga yang akan dipilih selama berpuasa,jangan sampai malah membuat kita jatuh sakit nantinya.

Berikut ini adalah beberapa tips bagi anda, yang ingin tetap bugar dan berolahraga meskipun sedang berpuasa:

1.Asupan Makanan Saat Sahur

Seperti yang telah disebutkan diatas, yang menjadi cadangan energi saat kita berolahraga dibulan puasa adalah asupan makanan dan minuman saat sahur. Untuk itu perlu diperhatikan dengan benar komposisi hidangan nya, hindari makanan yang digoreng dan perbanyak sayuran dan buah-buahan segar. Untuk minuman, hindari kopi dan minuman mengandung soda, akan lebih baik apabila hanya mengkonsumsi air putih, apabila ingin lebih segar bisa tambahkan potongan lemon di dalam nya.

2.Pilih Waktu Yang Tepat

Hindari melakukan aktifitas olahraga saat pagi setelah sahur, karena akan menguras tenaga anda untuk melakukan puasa seharian. Waktu yang paling ideal untuk berolahraga adalah saat-saat menjelang buka puasa, lebih tepatnya satu atau setengah jam sebelum berbuka,karena anda tidak perlu menunggu terlalu lama untuk makan dan minum.

3.Pilihan Olahraga yang Tepat

Jangan terlalu memaksakan untuk bisa melakukan olahraga seperti pada saat anda tidak berpuasa, ketahui batasan tubuh anda sendiri. Pilihlah olahraga yang terhitung ringan dan mudah dilakukan. Hindari angkat beban dan olahraga permainan yang membutuhkan jangka waktu yang lama. Olahraga paling ideal di bulan puasa adalah jogging atau jalan kaki, selain mudah dilakukan juga mampu memberikan dampak signifikan bagi tubuh.

4.Tentukan Lama Olahraga

Sebaiknya olahraga di bulan puasa tidak lebih dari satu jam, sekali lagi ketahui batas kemampuan tubuh anda, jangan memaksakan diri untuk olahraga terlalu lama. Kualitas adalah lebih penting daripada kuantitas, perlu di ingat juga olahraga di bulan puasa bertujuan untuk mempertahankan kebugaran, bukan untuk membentuk tubuh atau mencapai tujuan lainnya.

(Berbagai sumber )

Manfaat Manasik Haji Bagi Anak TK

Foto:Siswa Siswi TK TA41 Semarang saat menggelar acara Pelatihan Manasik Haji .

Manasik haji tidak hanya dilakukan oleh para jamaah yang akan menunaikan ibadah haji, namun sering juga dilaksanakan adik-adik kecil kita di TK atau SD.  Namun manasik haji yang dilakukan oleh adik-adik tersebut, tentu berbeda tujuannya dengan yang dilakukan para jamaah sesungguhnya. Adik-adik tersebut melakukan manasik haji biasanya mengikuti program dari sekolahnya dan sebagai pengenalan ibadah haji secara praktik, bukan berarti akan berangkat haji seperti jamaah haji lainnya.
Tidak dapat dipungkiri, kita sering dihadapkan pada ragam ibadah yang berbeda walau pada dasarnya semua mengaku Islam. Dengan adanya manasik haji, maka kita semua dapat melakukan rukun haji yang sama sesuai dengan ajaran Rasullah. Selain itu, manasik haji pun bermanfaat untuk :
1. Diajari doa-doa sunah mulai dari keluar rumah untuk melaksanakan ibadah haji sampai kembali ke Indonesia dari Makkah.
2. Menjadi tahu dan paham mana yang wajib, rukun, sunah, dan haram saat melaksanakan ibadah haji.
3.  Mengetahui kondisi Makkah dan Madinah yang akan berguna untuk persiapan ibadah haji nantinya.
4.  Dapat saling mengenal jamaah lain sehingga saat di Makkah dapat saling membantu.
5.  Diajarkan Bahasa Arab untuk percakapan ringan di Makkah nantinya.
Pada manasik haji, ada kegiatan-kegiatan yang tergolong wajib, rukun, sunah, dan haram.

Rukun haji :
Ihram, niat, wukuf di Arafah, thawaf, dan sa’i antara Shafa dan Marwah.

Wajib haji :
Ihram dari miqat, melempar jumrah, dan bercukur (tahalul).

Sunah haji ada tujuh :
Mendahulukan haji dari umroh, membaca talbiyah, melaksanakan tawaf qudum, bermalam di Muzdalifah, shalat sunat 2 rakaat setelah thawaf, bermalam di Mina, thawaf perpisahan.

Yang diharamkan saat berihram :
-     Untuk laki-laki jangan menggunakan pakaian yang berjahit.
-    Menutup kepala bagi laki-laki dan menutup muka bagi perempuan.
-    Menyisir dan mencukur rambut.
-    Memotong kuku.
-    Memakai wewangian seperti parfum.
-    Membunuh binatang.
-    Melakukan akad nikah.
-    Melakukan hubungan suami istri.
-    Bersentuhan kulit dengan syahwat.
Ibadah haji dapat dilakukan dengan memilih salah satu dari  3 cara manasik :

1. Haji Tamattu

Ialah melakukan umroh terlebih dahulu pada musim haji, kemudian melaksanakan ibadah haji.  Dilakukan dengan cara berniat untuk mengambil umroh haji ketika sampai di miqat sebelum memasuki kota Makkah dengan ucapan “Allahumma labbaika ‘umratan mutamatti’an biha ilal hajj” Sampai di Makkah, lakukan umroh seperti tata cara umroh sampai selesai tahalul, halal baginya segala sesuatu yang tadinya diharamkan ketika ihram, sampai tanggal 8 Dzulhijah, kemudian berihram kembali untuk menyempurnakan amalan haji yang tersisa.

2. Ifrad
Ifrad yaitu hanya melakukan haji saja tanpa umrah dengam mengucapkan miqat “Labbaika hajjan”

3. Qiran
Yaitu mengerjakan haji dan umroh dalam satu niat dan satu pekerjaan sekaligus. Mengucapkan miqat,“Labbaika hajjan wa ‘umrotan”.
    
Perbedaan ketiga haji tersebut adalah :
1.  Perbedaan niat.
2.  Tidak ada perbedaan menyembelih hewan hadyu (hewan sembelihan untuk membayar Dam) bagi yang melaksanakan ifrad.  Hanya berlaku untuk tamattu dan qiran.
3. Pada tamattu boleh melakukan tahallul setelah melakukan umroh sehingga halal bagi yang melakukan tamattu semua yang diharamkan ketika ihram sampai tanggal 8 Dzulhijjah.

4.  Pada tamattu terdapat 2 kali sa’i, sedangkan pada qiran dan ifrad hanya satu kali.

Minggu, 07 Juni 2015

Hati-Hati Efek Ucapan Kita Orangtua Kepada Anak

Foto:Ilustrasi.

Hati-Hati Efek Ucapan Kita Orangtua Kepada Anak. Ucapan-ucapan positif atau negatif kita pada anak ternyata di respon langsung sesuai ucapan tersebut (jika negatif sang anak akan berprilaku negatif dan sebaliknya jika anak diajak bicara dengan ucapan-ucapan yang positif sang anak akan berperilaku positif) di level Alam Bawah Sadarnya, Sel-Sel Tubuhnya hinga Sistem DNA dalam Tubuhnya.

Ucapan Positif atau Neagatif tersebut berkerja seperti sebuah doa bagi anak kita juga murid-murid kita di sekolah.

Secara umum tanpa sadar, dalam sehari orang tua dan guru bisa memiliki komposisi ucapan negatif sekitar 85% dari total ucapan pada anaknya. Kecuali orang yang sudah dan terus berlatih hingga akhirnya memiliki komposisi yang berkebalikannya.

Jadi jika selama ini anak kita atau anak-anak murid kita memiliki prilaku negatif ada baiknya kita segera mengubah cara kita berpikir dan berbicara dengan menggunakan kata-kata atau kalimat yang lebih positif, malalui latihan terus menerus setiap hari.

(DR. Richard Bandler/John Grinder pakar NLP, Masaru Emoto Peneliti Air, Dr. Kazuo Murakami Pakar Genetika) menjelaskan, dalam sebuah video “The Secret” disana dijabarkan kalau kalimat positif memiliki kekuatan yang bisa mengubah apapun. Bahkan dalam cita-cita atau dream yang kita miliki, sebaiknya menggunakan kalimat positif tidak menggunakan kalimat negatif.

Contoh yang salah, “Saya tidak ingin hidup melarat atau susah” namun harus diganti menjadi “Saya ingin hidup kaya dan bahagia“.

Kalau anda baca berulang-ulang, ada power atau kekuatan yang berbeda dari kedua kata diatas. Pada saat membaca “tidak ingin hidup melarat” yang keluar dari otak kita mungkin gambaran orang gembel atau pengemis, namun saat membaca “ingin hidup kaya” yang terbesit di otak mungkin gambaran rumah dan mobil mewah. 



(sumber paudjateng.blogspot.com)




Memberikan Label Positif Pada Anak Akan Berdampak Baik

Foto:Ilustrasi.

Tuhan menciptakan manusia yang satu secara berbeda dengan yang lainnya, baik fisik maupun kemampuannya. Ibu dan ayah sebaiknya lebih fokus pada kelebihan atau kemampuan yang dimiliki oleh setiap anaknya (yang biasanya berbeda) dan bagaimana mendorong serta memfasilitasi kemampuan/ kelebihan tersebut agar berkembang maksimal dan kelak bermanfaat bagi hidupnya. Bukan malah sebaliknya, kadang-kadang orangtua lebih cenderung menyesali dan mengolok-olok kekurangan anaknya dibandingkan dengan anak lainnya, termasuk saudaranya.

Jika yang terjadi adalah membandingkan anak kita dengan yang lainnya maka akan memberikan pengaruh perkembangan psikologis anak, tumbuh kembang anak menjadi tidak maksimal.

Secara fisik ibu dan ayah sebaiknya tidak menggunakan kekurangan anak sebagai panggilan (cap), semisal si gendut, si gembrot, si pendek, si kurus, si lamban, si nakal, dan lainnya. Cap (label) negatif hanya akan menjatuhkan harga diri anak dan mengurangi semangatnya.

Selain itu, banyak fakta membuktikan, dengan memberikan label negatif, orang yang diberi label itu justru akan mengikutinya dan ”membuktikan” bahwa label negatif itu adalah benar. Seorang anak akan lebih malas jika ia sering dikatakan sebagai pemalas. Seorang anak akan merasa bodoh, masa bodoh, kurang semangat, rendah diri, pesimis, dan sikap diri negatif lainnya jika ia sering dikatakan bodoh atau goblok. Kata-kata, ”Kamu gagal, Nak.”; ”Gambarmu kurang bagus.”; dan sejenisnya juga merupakan label negatif dalam takaran yang lain.
Berikut ini adalah tips-tips yang bisa diberikan dalam memberikan cap atau label posotof kepada anak:

Ketika anak sudah putus asa, merasa tidak mampu mengerjakan sesuatu, berilah semangat dengan kata-kata, ”Ayo, kita coba lagi, Nak. Kamu anak hebat kok, pasti akhirnya bisa.” Ibu dan ayah hendaknya ikut bergabung dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut hingga berhasil. 
Ketika anak kalah dalam mengikuti lomba, tetap berikan semangat, ”Kamu sudah menunjukkan semangat yang luar biasa hebat, Ibu dan Ayah bangga dengan usahamu tadi.” Dilanjutkan dengan gendongan, pelukan, dan ciuman.
Rayakan setiap keberhasilan anak, apa pun jenis keberhasilan itu. Bentuk perayaannya bisa dengan tepuk tangan, toas (membenturkan telapak tangan kita dan telapak tangan anak dengan hangat), hingga dalam bentuk hadiah.
Banjiri anak-anak setiap hari dengan kata-kata positif, seperti:
Kamu hebat.
Kamu anak pintar.
Ibu/Bapak sangat bangga padamu. 
Ibu/Bapak sangat mencintaimu.
Hai, dewa penolong.

dan kata-kata positif lainnya.



(sumber :paudjateng.blogspot.com)

Sabtu, 06 Juni 2015

600 Guru TK Pecahkan Rekor MURI Menggambar Diatas Talenan Kayu


Semarang,  – Sebanyak 600 guru Taman Kanak-kanak (TK) dari enam kabupaten/kota se Eks Karesidenan Semarang secara serentak menciptakan Rekor MURI baru menggambar diatas Talenan Kayu menggunakan pensil warna Color Wizz, Sabtu (6/6) pagi.

Berlokasi di Halaman Kantor Gubernur Jateng, acara Pemecahan Rekor MURI di buka oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. Tampak ratusan guru TK berkreasi menuangkan kreativitasnya diatas media talenan kayu.

Ketua Panitia Acara, Arum Purwanti mengatakan, kegiatan Pemecahan Rekor MURI kali ini merupakan rangkaian acara memperingati HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) ke 65 tahun yang jatuh pada 22 Mei lalu.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru TK dalam membentuk karakter anak menuju PAUD berkualitas dengan melibatkan orang tua,” ungkap Arum yang juga merupakan Ketua IGTKI se Eks Karesidenan Semarang.

Menurutnya, ide mengapa menggunakan talenan kayu dalam menggambar adalah karena talenan sudah familiar bagi kebanyakan orang.

“Kebanyakan guru TK itu perempuan, dan talenan itu biasa di jumpai mereka. Terlebih lagi, jika biasanya menggambar itu menggunakan media kertas, uniknya kali ini yang di gunakan Talenan kayu,” paparnya.

Ia menjelaskan, dari 600 peserta yang mengikuti acara, tim juri akan menyeleksi kab/kota dan diambil 5 pemenang perkabupaten/kota, sedangkan khusus Kota Semarang diambil 7 pemenang. Selanjutnya di kerucutkan kembali menjadi tiga terbaik yang akan menerima piala Walikota Semarang, Dinas Pendidikan dan IGTKI.

Senior Manager MURI, Paulus Pangka Mengatakan, hari ini, Sabtu (6/6) Museum Rekor MURI Indonesia menyatakan jika sebanyak 600 guru TK dari 6 Kab/Kota se Eks Karesidenan Semarang telah menciptakan rekor baru Menggambar Diatas Talenan Kayu menggunakan pensil warna Color Wizz dengan urutan rekor 6972 dengan kriteria Superlatif.

“Ini layak di catat MURI, karena bukan pemecahan Rekor tapi menciptakan Rekor baru, yang tujuannya pencatatan rekor ini untuk meningkatkan kreativitas pendidik,” ungkap Paulus.

Sementara itu, istri orang nomor satu di Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi atau yang akrab di sapa Tia ini mengapresiasi gelaran pemecahan rekor MURI yang melibatkan pendidik-pendidik Taman Kanak-kanak di Kota Semarang.

“Saya sangat mengapresisi kegiatan kali ini selain menjadi ajang komunikasi, silaturahmi dan uji kreativitas dan kompetensi pendidik. Ini juga jadi hal yang unik karena yang berlomba justru pendidik bukan murid-muridnya,” papar Tia yang juga di nobatkan Ibu TK Semarang

Ia berharap, kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda rutin, karena bukan hanya memiliki manfaat yang kecil, namun juga mampu menjadi ajang tukar menukar informasi, wawasan dan ilmu bagi pendidik taman kanak kanak di Semarang.@


Jumat, 05 Juni 2015

Mengajarkan Anak Berpuasa Baik Di Ajarkan Sejak Dini

"Mengajarkan anak berpuasa bisa dimulai sejak usia dini yaitu saat anak masih TK atau awal masuk sekolah dasar, asalkan sudah ada kemauan dari sang anak untuk ikut berpuasa," ujar psikolog anak dari Klinik Kancil Tia Rahmania, seperti yang di lansir  detikHealth,

Rahmania menambahkan sebaiknya mulai mengajarkan puasa secara bertahap. Misalnya puasa dari sahur hingga Zuhur lalu berbuka dan melanjutkan puasa kembali hingga Magrib karena ini merupakan salah satu proses pembelajaran bagi anak. Dan anak akan mau dengan sendirinya untuk melakukan puasa jika orang tua sering memberikan informasi mengenai manfaat dan pengertian puasa sejak sebelumnya.

Saat mulai mengajarkan berpuasa pada anak, ajaklah dengan cara yang menyenangkan, pilihlah kata-kata yang positif, tidak menyuruh, tidak membentak dan jangan membuat anak terpaksa melakukannya.

"Memberikan hadiah pada anak yang bisa menyelesaikan puasa dengan baik merupakan salah satu cara yang paling efektif, misalnya jika berhasil puasa setengah hari hadiahnya pensil namun jika berhasil hingga Magrib anak akan mendapatkan hadiah yang lebih besar lagi," ujar psikolog yang menyelesaikan program sarjana dan master psikologi di Universitas Indonesia.

Pemberian hadiah kepada anak akan memacu anak untuk mau melakukan puasa sama seperti kedua orang tuanya dan tidak akan membuat anak menjadi materialistis. Karena justru ada kebanggaan tersendiri pada diri sang anak jika bisa mendapatkan sesuatu dari hasil jerih payahnya sendiri dan bisa dibanggakan kepada teman-temannya di sekolah.

"Sebaiknya anak mulai bisa diajarkan untuk puasa dari sahur hingga Magrib saat berusia 11-12 tahun, karena jika dilihat dari segi fisik dan perkembangannya anak sudah cukup kuat untuk melakukannya meski emosinya masih belum stabil," ujar Rahmania.

Jika anak sudah terbiasa untuk melakukan puasa sejak dini, maka kebiasaan ini akan terbawa terus hingga anak menjadi remaja. Dan jika sudah tiba saatnya anak wajib melakukan puasa, orang tua tidak akan mengalami kesulitan lagi untuk membimbingnya.

Hendaknya jika anak sudah menginginkan melakukan puasa, malam sebelumnya orang tua harus memberitahu bahwa anak harus bangun lebih awal untuk melakukan sahur bersama-sama sehingga anak lebih nafsu untuk makan.

"Jika anak yang masih TK atau SD susah untuk dibangunkan sahur maka jangan dipaksakan, agar anak tidak susah dibangunkan untuk sahur sebaiknya anak ditidurkan lebih cepat dari waktu biasanya," ujar Rahmania yang juga sebagai pengajar psikologi di Universitas Paramadina.

Hal yang terpenting agar anak mau belajar berpuasa adalah, stimulasi sang anak dengan hal-hal yang menyenangkan dan jangan pernah memaksa atau menyuruhnya biarkan anak melakukan puasa atas kemauannya sendiri. Tidak ada salahnya untuk memberikan hadiah atas apa yang sudah dilakukan oleh sang anak sehingga anak akan terpacu untuk melakukan yang lebih baik lagi.

Ini Tips Mengajak Anak Agar Mau ikut Berpuasa

Alhamdulillah, bulan Ramadhan yang suci dan penuh berkah sebentar lagi akan  tiba dan kita semua umat muslim diwajibkan untuk menjalankannya. Bagi orang dewasa, menjalankan ibadah puasa bukanlah hal berat dan menakutkan, karena memiliki niat dan fisik yang kuat. Lalu bagaimana dengan anak-anak kita?.

Mengajarkan anak berpuasa perlu cara yang tepat, sehingga paling penting adalah bagaimana cara orangtua mengajak anak untuk ikut berpuasa di bulan Ramadan ini. Tapi jangan memaksakan kehendak jika sang anak belum siap berpuasa.

Sebagian orangtua mulai mengenalkan puasa saat anak masih TK atau awal masuk sekolah dasar. Tidak salah, karena ditinjau dari segi kesehatan, anak dapat diajarkan puasa secara efektif sejak berusia 4 tahun.

Mengajarkan anak berpuasa sejak umur 4 tahun tentunya sangat berkaitan dengan faktor tumbuh kembang anak. Usia itu seorang anak memiliki kondisi tumbuh kembang yang harus jadi pertimbangan utama orangtua dalam mengajarkan puasa.

Garis besarnya anak usia balita mengalami pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang memerlukan asupan nutrisi (zat makanan) mencukupi untuk jadi bahan dasar dan bahan bakar proses tersebut. Kerja enzim yang diproduksi dalam saluran cerna anak berbeda fungsi dengan orang dewasa. Selain kerja sistem pencernaan, enzim yang terdapat dalam usus juga berfungsi untuk membantu proses tumbuh kembang yang ada.

sebaiknya mulai mengajarkan puasa itu secara bertahap. Misalnya puasa dari sahur hingga Zuhur lalu berbuka dan melanjutkan puasa kembali hingga Magrib karena ini merupakan salah satu proses pembelajaran bagi anak.

Anak akan mau dengan sendirinya untuk melakukan puasa jika orangtua sering memberikan informasi mengenai manfaat dan pengertian puasa.

Saat mulai mengajarkan berpuasa pada anak, ajaklah dengan cara yang menyenangkan, pilihlah kata-kata yang positif, tidak menyuruh, tidak membentak dan jangan membuat anak terpaksa melakukannya.


(berbagai sumber)

Rabu, 03 Juni 2015

Pemeran Pendidikan dan Kebudayaan dalam Rangka Hardiknas dan OSN 2015


Yogyakarta, Kemendikbud --- Pemeran Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka memeriahkan puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2015 telah dibuka. Pameran tersebut diselenggarakan di Lapangan Parkir Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Jumat s.d. Minggu, 22 s.d. 24 Mei 2015 yang lalu 

"Dengan mengucapkan Bismillahirohmanirohim, saya nyatakan penyelenggaraan pameran Hardiknas dan OSN tahun 2015 secara resmi dibuka," demikian disampaikan Direktur Jenderal Kebudayaan Kacung Marijan selaku ketua penyelenggara Hardiknas 2015, pada acara pembukaan Pameran Hardiknas dan OSN 2015, Jumat (22/05/2015). 

Kacung mengatakan, puncak peringatan Hardiknas 2015 ditempatkan di D.I. Yogyakarta karena keinginan kembali melakukan intropeksi bahwa di Yogyakarta tempat lahirnya tokoh besar pendidikan dan kebudayaan Ki Hadjar Dewantara. "Kita perlu meneladani Ki Hadjar Dewantara yang penuh mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan dan kebudayaan di Indonesia," tuturnya. 

Pada kesempatan ini tengah dilaksanakan juga OSN tahun 2015 yang akan ditutup

penyelenggaraannya oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, pada hari Sabtu (23/05/3015). "Oleh karena di Yogyakarta juga diselenggarakan OSN, maka pameran hari ini juga dilaksanakan untuk memeriahkan pelaksanaan OSN," jelas Kacung. 

Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Ari Santoso dalam laporannya menjelaskan, pameran menampilkan 65 stan dengan peserta dari unit utama di lingkungan Kementeria Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus pendidikan dasar dan pendikan menengah, serta lembaga Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI). Peserta pameran tersebut menghadirkan informasi dan produk unggula masing-masing.

Selain itu pameran turut dimeriahkan oleh berbagai  perguruan tinggi, industri telekomunikasi, dan penerbit buku. Ari menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi D.I. Yogyakarta (DIY), khususnya Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi DIY dan seluruh peserta pameran, panitia, serta berbagai pihak yang turut membantu memeriahkan pameran pendidikan dan kebudayaan.

Senin, 01 Juni 2015

Mendidik Anak Agar Lebih Bertanggungjawab Ketika Dewasa

Foto:Ilustrasi

Cara Mendidik Anak Agar Lebih Bertanggungjawab Ketika Dewasa. Tahukah anda bahwa anak yang dilatih bekerja....akan lebih tanggung jawab ketika ia dewasa nanti.
Ayah bunda bisa mengajarkan beberapa pekerjaan rumah tangga kategori ringan kepada anak untuk meningkatkan rasa tanggung jawab anak ketika mereka dewasa nanti. Selain itu orang tua juga bisa mengambil manfaat dari mengajar anak-anak sejak kecil membantu di rumah.
Berikut ini adalah sepuluh pekerjaan rumah yang menyita waktu lebih lama. Tetapi semua ini akan mengembangkan kebiasaan bekerja dan rasa percaya diri si anak. Di bawah ini ada sepuluh tugas yang dapat dikerjakan (dengan senang hati) oleh anak-anak di rumah.

MENGELAP KACA JENDELA
Beri anak-anak lap atau kertas koran dan botol penyemprot yang berisi sedikit cairan pembersih kaca yang sudah dicampur air. Mereka pasti mampu membersihkan noda yang besar dan selanjutnya kita dapat membersihkan noda-noda yang kecil.

MENGATUR MAINAN
Sediakan kotak plastik atau kardus dengan gambar yang jelas di luarnya seperti mobil, orang, blok, magnet, dll. Biarkan mereka memilih mainan apa yang cocok untuk ditaruh di kotak itu dan dalam jangka waktu yang sesuai dengan kemampuan mereka sementara kita mengerjakan tugas kita sendiri. Perhatikan apakah mereka dapat menyelesaikan tugas mereka selagi kita menyanyikan sebuah lagu.

MEMBERSIHKAN PEGANGAN PINTU

Beri anak-anak lap yang sudah diberi cairan anti bakteri untuk membersihkan pegangan pintu. Sementara itu kita dapat membersihkan pintu-pintu dan sakelar lampu. Sediakan bangku kecil untuk meraih tempat yang agak tinggi.

Ini 10 Cara Melatih dan Meningkatkan Kreatifitas Anak Usia Dini

Foto:Ilustrasi

10 Cara Melatih dan Meningkatkan Kreatifitas Anak Usia Dini. Jadi bila ayah bunda menemukan seorang anak atau bahkan mungkin buah hati sendiri terlihat “kurang pandai” jangan berkecil hati. Mungkin saja dia adalah anak yang kreatif dan cerdas, namun belum terlatih / terasah dengan baik. Saya percaya, semua anak memiliki bakat untuk menjadi anak yang cerdas dan kreatif. Lalu bagaimana untuk bisa melatih anak agar bisa menjadi anak yang cerdas dan kreatif?mari kita simak di bawah ini .
1. Membuat Anak Agar Berkreasi Setiap Hari
Untuk menunjukkan kepedulian kita pada sang buah hati dalam berkreasi, marilah kita ajarkan buah hati kita untuk membuat sesuatu yang kreatif. Misalnya dengan menggambar, melipat kertas, bermain game ( porsi yang semestinya), bermain permainan-permaian edukatif, bernyanyi, bercerita, dan masih banyak lagi.
Usahakanlah untuk bisa menemukan sesuatu yang baru dan berbeda dari apa yang pernah dilakukan oleh sang buah hati, sehingga anak tidak merasa bosan dan terpacu untuk lebih berpikiran kreatif.
2. Buat Anak Menggunakan Kedua Sisi Tubuh
Bagaimana caranya? Yaitu dengan melatih anak melakukan sesuatu menggunakan kedua sisi tubuh. Hal paling sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan menggambar atau mewarnai menggunakan tangan yang biasa digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Misalnya, buah hati kita biasa menggunakan tangan kanan saat melakukan aktivitas sehari-hari (menulis, sikat gigi, makan, dll). Maka kita ajari mereka menggunakan tangan kiri saat menggambar. Akan lebih baik lagi bila dalam aktivitas sehari-hari pun mereka juga terlatih untuk menggunakan tangan yang bergantian. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk menyeimbangkan otak kanan dan kiri.
3. Memiliki Tokoh yang Bisa Diteladani dan Diidolakan
Dengan memperkenalkan banyak tokoh dunia yang telah sukses, anak-anak menjadi tahu berbagai macam kepribadian dan prestasi dari orang lain. Hal ini sangat penting. Kenapa? Karena anak-anak suka sekali meniru orang lain.
Tokoh-tokoh ini bisa seorang pahlawan, penemu, rohaniwan, dan tokoh-tokoh lain yang bisa menjadi teladan buat sang buah hati. Jangan sampai buah hati kita hanya mengidolakan tokoh-tokoh kartun atau film (seperti Tom and Jerry, Superman, Batman, dll). Hal ini memang tidak dilarang, namun akan lebih baik bila tokoh-tokoh tersebut adalah seseorang yang nyata sehingga bisa menumbuhkan motovasi anak untuk meniru hal-hal yang baik di dalam diri tokoh tersbut, lalu diteladani dalam kehidupan yang nyata.
4. Meningkatkan Perbedaharaan Kata pada Anak
Semakin tinggi perbedaharaan kata anak, maka seorang anak akan menjadi lebih mudah dalam memahami seseuatu. Misalnya pada saat membaca. Bila buah hati kita banyak mengetahui makna kata yang dia baca di dalam sebuah artikel, maka mereka akan lebih mudah memahami isi artikel yang ia baca. Dengan mengerti isi artikel yang ia baca, maka pengetahuan si kecil pun menjadi lebih luas.
5. Melatih Kemapuan Mendengar Anak
Secara pribadi, sebagai guru bahasa Inggris, saya sering menggunakan media audio sebagai media pembelajaran anak. Misalnya, dengan menggunakan Tape dan Laoudspeaker. Alat-alat tersebut saya gunakan saat melatih kemampuan mendengar anak-anak dalam belajar bahasa Inggris.
Agar indera pendengaran bisa terlatih dengan baik, alangkah lebih baik bila kita sering-sering mengajak anak untuk mendengarkan lagu atau cerita lalu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan lagu atau cerita tersebut (misalnya dengan cara tebak-tebakan).
6. Menggunakan Warna-Warni Saat Bermain dan Belajar
Mengapa mainan anak-anak berwarna-warni? Mungkin sebagian dari kita warna-warni hanya digunakan untuk menarik minat anak-anak untuk membeli mainan yang ditawarkan. Namun sebenarnya ada fungsi lain yang lebih bermanfaat.
Warna-warni yang biasa dipakai dalam mainan anak ternyata juga bisa mengaktifkan otak kanan. Jadi pada saat buah hati kita belajar menulis, menggambar, dan mewarnai, usahakan menggunakan pensil atau peralatan lain yang berwarna-warni.
7. Melatih Ketelitian Anak
Saat anak melihat sebuah gambar jerapah, akan lebih mudah bagi anak untuk mengatakan bahwa itu adalah seekor jerapah, daripada melihat kaki jerapah yang panjang dan meminta anak menyebutkan alasan kenapa kaki jerapah begitu panjang.
Mengapa hal ini sangat penting? Karena dengan membiasakan anak untuk belajar sesuatu secara lebih mendetail atau kompleks, maka anak-anak akan menjadi lebih termotivasi untuk “mengenal secara lebih” tentang sesuatu yang sudah mereka ketahui. Sehingga kelak setelah mereka dewasa, mereka tidak hanya tertarik untuk menggunakan sesuatu yang telah ada, namun menemukan hal-hal baru lain tentang sesuatu yang pernah ia pakai dan menciptakan sesuatu yang baru lewat sesuatu yang telah ada (semoga bahasanya bisa dipahami).
8. Memberikan Liburan yang Kreatif
Liburan yang kreatif tidak harus mahal, namun yang terpenting adalah sesuai dengan minat anak. Hal ini bahkan bisa dilakukan di rumah. Misalnya dengan berkebun, mendekorasi rumah, membuat kreasi pernik-pernik, dan masih banyak lagi.
Bila perlu kita juga mengajak anak berlibur di luar rumah, misalnya ke tempat wisata yang memiliki permainan outbound. Anak-anak aktif biasanya akan menyukai hal ini, karena segala “emosi dan jiwa” mereka bisa tersalurkan dengan baik. Selain itu, dari pembinaan kakak outbound, anak akan mendapatkan banyak pelajaran tentang arti kerjasama, toleransi, sosialisasi, dan lain-lain. Anak aktif juga harus memiliki moral dan etika yang baik kan? Selain itu diperlukan juga….

9. Jangan Terlalu Tegang Kaku Dalam Mendidik
Suasana keluarga yang terlalu serius dan kaku, biasanya juga kurang mendukung kreatifitas anak untuk bisa berkembang. Gurauan dan humor-humor kecil sangatlah penting di dalam sebuah keluarga.
Kita bisa mengajak buah hati kita bercanda pada saat-saat santai, membacakan cerita humor, menceritakan pengalaman sehari-hari yang lucu, dan masih banyak lagi cara lain yang bisa membuat anak merasa rileks saat bertemu dengan orang tuanya.
Hal ini juga akan membuat anak merasakan suka cita saat berada di dalam rumah, sehingga anak-anak kita pun bisa lebih ekspresif terutama yang berhubungan dengan kreatifitas yang dia minati dan bakat yang dimiliki.
10. Melatih Kemampuan Otak Kanan
Dengan mengajak anak-anak bernyanyi, berpuisi, menggambar, dan berbagai macam kegiatan kreatif lainnya, kemapuan otak kanan akan bekerja dengan lebih optimal.
Di sekolah, biasanya anak-anak akan lebih cenderung menggunakan otak kiri, dan bila kemampuan otak kanan dan kiri bisa bekerja dengan baik dan seimbang, maka anak-anak tidak hanya akan berpeluang mendapatkan prestasi di bidang akademisa saja, melainkan bisa meraih prestasi-prestasi di bidang yang lain, misalnya kesenian.



(Sumber Paudjateng.blogspot.com ,oleh Kak Zepe )

MULTI TAB 1

Pentas Seni & Perpisahan

Pentas Seni & Perpisahan

MULTI TAB 2

Kegiatan Kartinian

Kegiatan Kartinian

MULTI TAB 3

anoman

anoman

MULTI TAB 4

perpisahan

perpisahan

MULTI TAB 5

kartinian 2

kartinian 2


MULTI TAB 6

1

Entri Populer

MULTI TAB 7

Headline

">

MULTI TAB 9

Buku Tamu

MULTI TAB 10

Daftar Blog Saya

MULTI TAB 11




 
KEMBALI KEATAS
') }else{document.write('') } }