PENIGKATAN GIZI

Peningkatan Kesadaran Gizi Ibu dan Balita; Sosialisasi PP Muslimat NU dan Yaici di Palembang Sumatera Selatan

Dra.Hj.Khofifah Indar Parawansa, M.Si.

Mengarungi Kisah Inspiratif Hj Khofifah Indar Parawansa

MANASIK HAJI

Pembelajaran Manasik Haji Kecil TKTA Tarbiyatul Athfal41 Semarang pada Tgl.8 Oktober 2015 di Islamic Center Semarang

Pelatihan Penguatan Keaswajaan Da’iyah Muslimat NU

Penguatan Keaswajaan Bagi Da’iyah Muslimat NU DKI Jakarta

Ketua NU Kota Semarang

Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Dr. KH. Anasom MHum

Sabtu, 01 September 2018

Aktivitas Fisik Ringan yang Bikin Otak Anak Fokus

Jakarta Anak-anak yang sudah bersekolah baik di tingkat SD hingga SMA seringkali berkutat dengan seabreg pekerjaan rumah (PR).

Oleh karena otak dan fisik yang merasa lelah, membuat anak seringkali kesulitan menyelesaikannya. Jika mendapati buah hati tampak sulit saat mengerjakan PR, cobalah lakukan beberapa aktivitas fisik.

Boleh Ditiru oleh Para Orangtua, Ini 6 Alasan Anak-Anak di Asia Timur Punya Otak Encer
Aktivitas ini dikenal dengan sebutan brain breaks. Merupakan cara sederhana untuk melawan frustrasi dan meningkatkan fokus dan memenuhi kebutuhan harian anak untuk aktivitas fisik.

Gerakan brain breaks harus aktif dan menyenangkan. Anda pun bisa mengajak anak melakukannya saat berada di rumah. Apa saja yang bisa dilakukan saat brain breaks, berikut penjelasannya seperti dikutip Verywell Family pada Minggu, 2 September 2018.

- Lompat-lompatan

Bisa melakukan permainan lompat tali, melompat dari satu titik ke titik lain atau melakukan lompatan sebanyak mungkin selama 60 detik. Dengan melompat akan memompa aliran darah jadi lebih kencang termasuk ke area otak.

Sumber:https://www.liputan6.com/health/read/3633929/aktivitas-fisik-ringan-yang-bikin-otak-anak-fokus?source=search

Ribuan Siswa Lakukan Gerakan Periksa Kerapihan Diri Bersama-sama

KENDAL - Sebanyak 1.634 siswa SMK Bina Utama Kendal, Jawa Tengah melakukan gerakan periksa kerapian diri bersama-sama secara serentak di lapangan sekolah, Senin (27/8/2018) pagi. Sebanyak 14 gerakan dilakukan serentak dan membentuk pola bendera Merah Putih.

Untuk mendapatkan 14 gerakan, ribuan siswa tersebut digembleng anggota TNI dari Koramil Kendal selama dua hari berturut-turut. Bimbingan pelatihan dan keterampilan itu awalnya hanya untuk membentuk karakter siswa, tapi dalam perjalanannya ada gerakan yang bagus sehingga muncul gagasan untuk dilakukan secara serentak oleh siswa.

Kepala SMK Bina Utama Kendal Susandari mengatakan, bimbingan dan pelatihan oleh anggota Koramil Kendal bertujuan memotivasi siswa agar lebih disiplin dan selalu rapi dalam memakai seragam. "Harapannya dengan kegiatan ini siswa mampu menerapkan kedisplinan tidak hanya di sekolah tapi dalam kehidupan sehari-hari," katanya, Senin (27/8/2018).

Gerakan periksa kerapian diri 1.634 siswa ini kemudian dicatat sebagai rekor baru Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) sebagai peserta terbanyak. "Gerakan periksa kerapian diri oleh ribuan siswa merupakan hal baru dan kali pertama dilakukan dengan jumlah terbanyak," kata Ketua Umum Leprid Paulus Pangka.

Selian melakukan gerakan periksa kerapian diri secara serentak dan bersama-sama, ribuan siswa juga membentuk koreo bendera Merah Putih. Siswa barisan belakang ditempel kertas berwana merah sehingga saat melakukan gerakan membungkuk terbentuk bendera Merah Putih berukuran besar.**

Sumber:https://daerah.sindonews.com/read/1333327/22/ribuan-siswa-lakukan-gerakan-periksa-kerapihan-diri-bersama-sama-1535342627

Di PAUD Ini, Bayar Uang Sekolah Pakai Sampah

MEDAN - Demi membantu pemerintah dalam dunia pendidikan, seorang warga di kawasan pesisir Belawan, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Medan, Sumatera Utara, mendirikan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Di sekolah ini, siswa membayar uang sekolah dengan menggunakan sampah.

Saat ditemui Rabu tahun lalu  Zainab Yusuf (48), pengelola PAUD Fitri, mengatakan, kehadiran sekolah ini membuat para ibu rumah tangga mengumpulkan sampah setiap hari, kemudian membawa sampah tersebut ke sekolah sebagai pengganti biaya sekolah anak-anak mereka.

Dia menambahkan, membayar uang sekolah dengan menggunakan sampah, selain membantu untuk menjaga kebersihan lingkungan di Kelurahan Bagan Deli, juga dapat membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah agar dapat menyekolahkan anak-anak mereka.

Untuk diketahui, pada umumnya para orang tua murid di sini bekerja sebagai nelayan tradisional di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan.

Sumber :https://daerah.sindonews.com/read/1226342/191/di-paud-ini-bayar-uang-sekolah-pakai-sampah-1501653772

Kamis, 30 Agustus 2018

Kemdikbud Raih Stan Terbaik Kategori Edukasi di Sumsel Expo 2018

PAUD dan Dikmas. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas), beserta beberapa unit utama yang tergabung dalam stan Pameran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berhasil meraih Stan Terbaik I Kategori Edukasi, saat puncak acara Sumatera Selatan (Sumsel) Expo 2018 di Dekranasda Kota Palembang. Sabtu (25/8)

Penghargaan tersebut diterima salah satu staf Biro Kerjasama Lembaga & Masyarakat (BKLM) Kemdikbud diserahkan Edward Juliarta, Asisten Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah Sumsel mewakili Gubernur Sumsel yang berhalangan hadir. Untuk posisi terbaik II pada kategori ini diterima oleh Ditjen Hak dan Kekayaan Intelektual, sedangkan terbaik III didapatkan oleh PT. Semen Padang.

Selain kategori edukasi juga ada sembilan kategori lainnya, yaitu Kreatif dan Atraktif, Inovasi, Pelayanan Prima, Futuristik, Promosi Potensi Daerah, Penggerak Usaha Mikro, BUMN, Kabupaten/Kota, dan Dekranasda Provinsi. Dengan penilaian berdasarkan empat aspek yaitu: kesesuaian, konten acara, dekorasi, dan konsistensi.

Sumsel Expo 2018 diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumsel tanggal 16 s.d 25 Agustus, diikuti 647 stan yang terdiri dari kementerian/lembaga, Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mempromosikan UKM binaannya, termasuk stan milik badan usaha perorangan dan juga masyarakat luas.

Sumber:https://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/9161.html

Meriahkan Asian Games 2018, Paud Dikmas Gelar Pameran Bersama

Palembang, PAUD dan Dikmas - Memeriahkan even Asian Games 2018 di bumi Sriwajaya, Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI turut berpartisipasi dalam gelaran pameran.“Selain media publikasi, even ini juga dimanfaatkan untuk semakin mendekatkan program dan kegiatan Ditjen PAUD dan Dikmas dengan masyarakat,“ papar Ryke Pribudhiana, Kasubbag Kerja Sama, Setditjen PAUD dan Dikmas, di Palembang, Senin (20/8).
Pasalnya, kata Pri - biasa disapa - Ditjen PAUD dan Dikmas fokus dalam penuntasan dan pemberdayaan atau pelatihan masyarakat agar lebih mandiri serta turut serta dalam pencapaian program Nawacita Presiden Joko Widodo.


“Kita hadirkan pengelola kursus dan pelatihan serta PKBM dengan keahlian serta prestasi mereka agar mendorong semakin terbentuknya komunitas pendidikan sehingga mempercepat layanan pendidikan yang berkualitas dan merata,“ ungkap Pri. Dalam even bertajuk Sumsel Expo 2018, yang diklaim sebagai even pameran terbesar di Sumatera ini, Ditjen PAUD dan Dikmas yang berlokasi di stand Kemendikbud di Rooder Blok D, menampilkan berbagai Program Ditjen PAUD dan Dikmas, layanan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), E-proposal pendidikan keaksaraan, setara daring (kesetaraaan online), serta berbagai keahlian dari Lembaga Kursus dan Pelatihan yang salah satunya akan menampilkan tata rias pengantin dan rias karakter yang akan ditampilkan oleh LKP Arini Palembang. Rias karakter tersebut akan melibatkan pengunjung.

“Sebagai komunikasi interaktif dengan masyarakat, kami juga menawarkan kepada pengunjung utk merias wajahnya dengan karakter bendera peserta Asian Games dan karakter lainnya. Hal ini merupakan salah satu bentuk upaya kita memeriahkan even Asian Games ini,” pungkas Pri. Even Sumsel Expo 2018 ini digelar di area Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan yang berseberangan dengan Stadion Jakabaring yang menyelenggarakan even Asian Games yang akan berlangsung selama sepekan 17-25 Agustus 2018.

Sumber:https://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/9160.html

Ada Hikmah & Pembelajaran Dari Bencana Gempa Bumi NTB

NTB, PAUD dan Dikmas. “Ada hikmah dan pembelajaran dari bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tengara Barat (NTB) kemarin,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Harris Iskandar, saat mengunjungi Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Masyarakat Lombok Barat yang terletak di Jl. Pariwisata No.11 Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat Provinsi NTB. Kamis (16/8)

Salah satunya bagaimana persiapan sebelum terjadinya dan bagaimana penanganan bencana, misalnya sebelum terjadi bencana banyak bangunan penyelenggara pendidikan yang tidak dirancang bila terjadi bencana seperti gempa. Sehinga banyak bangunan khususnya di satuan PAUD dan Dikmas rata dengan tanah atau terpaksa membangun dari awal, akibat struktur bangunan yang dibuat tidak menggunakan perencanaan secara matang.

Oleh sebab itu pihaknya akan membuat kajian terkait aturan bangunan layak dan aman bagi satuan PAUD dan Dikmas, guna meminimalisir dampak buruk dari suatu bencana baik bagi peserta & tenaga pendidik/ kependidikan. Sedangkan untuk penanganan bencana Dirjen berpendapat agar seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) PAUD dan Dikmas diseluruh Indonesia, agar memiliki cadangan tenda darurat untuk pengungsi atau sebagai tempat pembelajaran sementara bagi peserta didik.

Karena dengan adanya kegiatan pembelajaran bagi masyarakat/ peserta didik dapat menjadi cara menghilangkan/ mengurangi trauma paska bencana, ujar Harris menambahkan. Dalam kunjungan di Lombok, selain mengunjungi SKB Lombok Barat Dirjen juga mendatangi tempat pengungsian masyarakat di Desa Guntur Macan, lembaga penyelenggara PAUD & Dikmas serta staf BP PAUD & Dikmas yang tempat tinggalnya rusak berat akibat gempa.

Turut hadir dampingi kunjungan Dirjen selama di NTB, Zakyno Kepala Sub Bagian Rumah Tangga & Eru Kepala Sub Bagian Data & Informasi Seketariat Ditjen PAUD & Dikmas. Serta Zulfar Konsultan Teknik Bangunan, Kepala Balai Pengembangan PAUD & Dikmas Provinsi NTB Eko Sumardi bersama rombongan.

Sumber: https://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/9159.html

Ditjen PAUD dan Dikmas Berikan Bantuan Bencana Gempa NTB

NTB, PAUD dan Dikmas. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Kementerian Pendidikan & dan Kebudayaan (Kemdikbud), serahkan bantuan kepada lembaga-lembaga penyelenggara PAUD dan Dikmas yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Berupa uang tunai untuk meringankan perbaikan atau renovasi bangunan, selimut, paket makanan bagi anak PAUD dan berbagai bantuan lainnya.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan saya mohon maaf jika bantuan ini tidak sebesar yang diharapkan, namun kami berusaha semaksimal mungkin yang kami mampu untuk membantu para korban atau lembaga yang terdampak gempa,” ujar Harris Iskandar Direktur Jenderal PAUD & Dikmas saat memberikan bantuan bencana gempa di Desa Guntur Macan, Kabupaten Lombok Barat NTB. Kamis (16/8)

Harris yang pada saat itu didampingi Kepala Balai Pengembangan PAUD & Dikmas Provinsi NTB Eko Sumardi, Zakyno Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Eru Kepala Sub Bagian Data & Informasi Seketariat Ditjen PAUD & Dikmas, beserta rombongan. Menyampaikan & mengajak seluruh masyarakat untuk berdoa semoga bencana dapat segera berlalu serta penanganan bencana dapat berjalan dengan baik.

Untuk informasi bahwa Desa Guntur Bumi merupakan salah satu tempat di Lombok Barat yang terkena dampak bencana cukup parah, sekitar 1000an orang hampir 80 persen diantaranya kehilangan tempat tinggal karena mengalami rusak parah ataupun rata dengan tanah. Selain mengunjungi Desa Guntur Macan Dirjen beserta rombongan juga mengunjungi bangunan milik Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Lombok Barat, lembaga PAUD di kota Mataram dan staf BP PAUD & Dikmas yang tempat tinggalnya rusak berat akibat gempa.

Bahkan sekitar satu hari hingga dua hari setelah gempa dahsyat dilombok, Ditjen PAUD dan Dikmas beserta BP PAUD & Dikmas telah memberikan bantuan kepada masyarakat & lembaga yang terkena dampak Gempa, termasuk melakukan kegiatan mengurangi dampak trauma dari bencana alam tersebut diantaranya dengan cara memutar bioskop keliling.

Sumer:https://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/9158.html

Sabtu, 14 Oktober 2017

Presiden Akan Perintahkan Kepala Daerah Alokasikan Anggaran Untuk Gaji Guru PAUD

Jakarta, PAUD dan Dikmas. "Kalau tidak ada, mana berani gubernur, bupati, dan wali kota memberikan. Tapi ini baru dua minggu yang lalu, nanti akan saya perintahkan setelah bertemu dengan gubernur, bupati, dan wali kota,” ujar Presiden Joko Widodo saat menutup pelatihan akbar guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Provinsi DKI Jakarta di Islamic Center Jakarta. Rabu (20/9) Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo terkait Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017, tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang diterbitkannya sekitar dua minggu lalu. Dengan harapan dapat dapat menjadi payung hukum untuk mengalokasikan dana bantuan bagi guru PAUD. Presiden juga menyampaikan mengenai dialog singkatnya saat berbisik-bisik dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, mengenai apakah ada tersedia alokasi dana untuk guru PAUD dan Mendikbud menjawab akan menghitung dulu, untuk ketersediaan anggaran bagi guru PAUD. Kalau ada saya perintahkan berikan segera'. Itu tahapannya seperti itu," kata Presiden Jokowi dalam acara yang juga dihadiri Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, dan sejumlah istri anggota Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK). Selain berpidato Presiden juga melakukan dialog dengan para guru-guru PAUD yang hadir pada acara tersebut, beberapa guru pun antusias mencurahkan pengalaman dan nasib mereka yang kebanyakan bekerja secara sosial. Dengan imbalan yang mereka dapatkan berupa “sejuta” yang memiliki arti setia, jujur, dan takwa. (Tim Warta/MHF/KS)

Sumber:https://paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/8941.html

Lomba Warnai Batik Tingkatkan Pendidikan Karakter Anak PAUD

Pekalongan, PAUD dan Dikmas - Dalam rangka mengenalkan budaya dan tradisi, sekaligus menanamkan pendidikan karakter kepada anak usia dini. Digelar lomba mewarnai batik buket yang diikuti 500 peserta dari PAUD dan TK di Kota Pekalongan. "Batik menjadi ikon dan warisan budaya Indonesia, yang telah diakui dunia. Maka dengan lomba ini kita melestarikan dan menanamkan sedini mungkin. Karena dari usia dini, akan tertanam hingga dewasa nanti," papar Djajeng, Kepala PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah, yang mewakili Dirjen PAUD dan Dikmas, pada acara pembukaan lomba mewarnai batik Buket di Kawasan Budaya Jetayu, Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (5/10). Gelaran acara lomba mewarnai batik buket ini merupakan rangkaian acara Pekan Batik 2017. Agenda tahunan nasional dalam rangka menyambut dan memeriahkan hari batik nasional dan penetapan batik sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada 2 Oktober. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas), kata Djajeng, menilai kegiatan ini menjadi momen yang sangat tepat dalam pendidikan karakter. Juga melesetarikan budaya dan tradisi khas Indonesia. "Alangkah bagusnya pendidikan dan pengenalan batik ini dimasukan sebagai bahan ajar bagi anak-anak dan pendidikan masyarakat," papar Djajeng yang juga membuka acara batik raksasa Batik di kawasan budaya Jetayu. Pekan batik ke-9 ini dimeriahkan berbagai kegiatan, dari pameran batik hingga festival batik, dalam meningkatkan promosi pariwisata, batik, kuliner dan seni budaya Indonesia.(Tim Warta/KS/TGH)


Sumber:https://paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/8947.html

Dirjen PAUD dan Dikmas: Target SEAMEO CECCEP Wujudkan PAUD Universal

akarta, PAUD dan Dikmas - Kehadiran SEAMEO Ceccep sebagai lembaga pengembangan pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga sangat diharapkan peran aktifnya dalam penuntasan pendidikan anak usia dini di Indonesia khususnya, umumnya di ASEAN. Pasalnya, SEAMEO Ceccep merupakan center atau pusat kajian dan pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Keluarga untuk kawasan ASEAN. “SEAMEO CECCEP dibentuk untuk merealisasikan program pertama dari 7 (tujuh) program prioritas SEAMEO, yaitu tercapainya pendidikan universal pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan target anak-anak dari keluarga miskin, anak-anak yang tinggal di pedesaan, etnis yang termarjinalkan, serta anak-anak berkebutuhan khusus,” papar Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud, Harris Iskandar. Harris menegaskan bahwa untuk pelaksanaan SEAMEO CECCEP maka tanggal 14 September 2017 yang lalu, telah dilaksanakan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dikuasakan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat dengan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan dengan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) khusus untuk bersama-sama mengelola SEAMEO CECCEP. Dengan telah diakuinya SEAMEO CECCEP, kata Harris, sebagai sebuah organisasi baru di kawasan Asia Tenggara, keberadaan Centre ini akan menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi kita semua. Kebanggaan tersebut akan terwujud apabila seluruh stakeholders PAUD dan Pendidikan Keluarga dapat menjalin kerja sama untuk sama-sama menjadikan SEAMEO CECCEP besar dan berguna bagi bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara. “Diharapkan seluruh mitra PAUD dan Pendidikan Keluarga berkenan melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman seperti yang telah dilaksanakan dengan kedua perguruan tinggi tersebut. Sehingga pendidikan anak usia dini berkualitas serta pendidikan keluarga dapat terwujud di Indonesia, dan kawasan ASEAN,” harapnya. (Tim Warta/KS/Pri)

Sumber:https://paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/8950.html

Senin, 05 Juni 2017

Dirjen PAUD dan Dikmas: Perempuan Penentu Arah dan Corak Negara

Jakarta, PAUD dan Dikmas - Perempuan tiang negara. Perempuan sangat menentukan corak dan mutu generasi akan datang. Perempuan memiliki peluang dan tantangan yang sangat besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dunia dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas) Harris Iskandar dalam seminar bertema "Wanita Cerdas, Negara Kuat' yang digelar oleh KOWANI dalam KOWANI Fair 2017 di Gedung Smesco Jumat (2/6).

"Untuk itu perempuan harus diberikan peranan yang tinggi dalam semua sektor pendidikan. Juga diberi kesempatan mendapat layanan pendidikan hingga perguruan tinggi," ujar Harris.

Perempuan, kata Harris, mengutip hasil survey Booz dan Company menemukan bahwa memperluas lapangan kerja bagi perempuan bisa memberi dampak langsung terhadap produk domestik bruto (PDB). Dari survei itu disebutkan, perempuan mampu memberi kontribusi peningkatan PDB hingga 5% di Amerika Serikat, bahkan dapat mencapai 9% di Jepang, 12% di Uni Emirat Arab, dan 34% di Mesir.

"Artinya, jika perempuan diberi kesempatan dan diberdayakan. Maka akan meningkatkan pendapatan negara," papar Harris.

Untuk itu, kata Harris, Ditjen PAUD dan Dikmas yang dipimpinnya harus memberi peluang besar dalam setiap program dan kegiatan. Selain karena bergerak dalam pendidikan anak usia dini, perempuan juga menjadi guru dan penentu kehidupan anak kelak.

Sementara anggota DPR RI Ceu Popong Otje Djunjunan menegaskan bahwa pendidikan bagi perempuan itu akan lebih berguna dan bermanfaat bagi kehidupan bangsa ke depan.

"Memberikan pendidikan kepada perempuan itu bagai membangun sekolah. Jadi mari kita perkuat bangsa ini dengan mengasah IQ atau pendidikan kaum perempuan," pungkas politisi yang khas berbahasa Sunda itu. (Tim Warta/RSM/KS)

Sumber:https://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/8879.html

Suryan Widati Muhadjir Effendy: Pentingnya Sinergitas Ditjen PAUD dan Dikmas dengan KOWANI Ibu Suryan Widati Muhadjir Effendy Foto Bersama di Stand Pameran Ditjen PAUD dan Dikmas dalam acara Kowani Fair 2017

Jakarta, PAUD dan Dikmas - Suryan Widati Muhadjir Effendy, mengapresiasi kegiatan KOWANI Fair. Pasalnya menegaskan peran perempuan dalam setiap lintasan perjalanan bangsa.

"71 tahun kiprah organisasi wanita ini dalam mengisi kemerdekaan menunjukkan eksistensinya. Setiap babak sejarah tak lepas dari kiprah dan partisipasi aktif kaum perempuan," ujar istri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kamis (1/6).

Terkait keterlibatan jajaran Ditjen PAUD dan Dikmas, Kemendikbud dalam acara pameran KOWANI Fair 2017. Widati menegaskan bahwa KOWANI adalah organisasi yang memiliki anggota para pengusaha dan pegiat sosial. Sehingga Ditjen PAUD dan Dikmas yang membawahi pendidikan anak usia dini dan pendidioan masyarakat ini terlibat dan ikut menyosialisasikan programnya dalam agenda nasional kaum perempuan pengusaha tersebut.

"KOWANI adalah organisasi yang sudah mapan. Bahkan di antara anggotanya memiliki dan mengelola PAUD serta pendidikan nonformal semacam kursus. Sehingga bisa semakin sinergis antara kaum perempuan atau KOWANI dengan Ditjen PAUD dan Dikmas, hal ini bisa mempercepat pelayanan pendidikan sebagaimana tema Hardiknas kemarin percepat pendidikan bermartabat dan berkualitas," papar Widati.

Bahkan menurut Widati, Ketua KOWANI Pusat Giwo Rubianto pada tahun 2016 terpilih sebagai Bunda PAUD Nasional, karena peran dan partisipasinya dalam perkembangan dan pertumbuhan Pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Seperti diketahui KOWANI Fair 2017 berlangsung selama empat hari (1-4 Juni), menggelar berbagai acara mulai pameran dan talkshow. Rencananya Dirjen PAUD dan Dikmas, Harris Iskandar akan menjadi pembicara dalam KOWANI Fair ini dengan  tema "wanita cerdas, negara kuat" bersama anggota DPR RI Ceu Popong Otje Djunjunan dan Hetifah Saefuddin pada Jumat (2/6). (Tim Warta/SBH/KS)

sumber:https://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/8878.html

Seditjen PAUD dan Dikmas: SPK PAUD harus terakreditasi dan Mengajukan Izin Belajar Peserta Didik Asing

Batam-PAUD dan Dikmas - Masih adanya Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) yang belum terakreditasi dan melengkapi syarat-syarat administrasi, menjadi perhatian serius Ditjen PAUD dan Dikmas. Sekretaris Jenderal PAUD dan Dikmas, Wartanto, menegaskan agar semua penyelenggara pendidikan asing atau SPK harus segera memenuhi peraturan dan perundangan, yakni terakreditasi dan terdaftar peserta didiknya pada Juli tahun 2017.

"Sesuai aturan, tolong semua penyelenggara harus memiliki izin. Coba bandingkan dengan negara lain semua harus terdaftar dan memiliki izin. Tolong semua penyelenggara mendaftarkan anak-anaknya dalam Dapodik. Saya minta pada Juli sudah clear, dan semua terdaftar dan terakreditasi," tegas Wartanto.

Wartanto juga menegaskan bahwa sebenarnya tidak ada kesulitan dalam semua proses dan tidak ada pungutan biaya.

"Kami hanya melayani dan mendata. Toh itu pun untuk kebaikan anak didik dan SPK itu sendiri karena diakui oleh kementerian. Kan kalau sudah terakreditasi, yang bangga SPK dan orang  tua siswanya," papar Wartanto.

Mantan Kepala BP PAUD dan Dikmas Semarang ini menghimbau semua penyelenggara pendidikan juga memenuhi persyaratan termasuk data pendidik. Karena terindikasi ada juga tenaga pendidik asing yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan.

"Segera laporkan, dan tidak ada biaya apa pun. Mohon hargai dan laksanakan regulasi pendidikan, toh buat kebaikan semua. Anak didik, tenaga pendidik dan penyelenggara pendidikan," pungkas Wartanto.

Untuk pengawasan dan pembinaan di daerah, maka pihak penyelenggara bisa memanfaatkan atau mendatangi semua UPT PAUD dan Dikmas dan dinas pendidikan kab/kota di daerah masing-masing.(Tim Warta/ARF/KS)


Sumber:https://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/8874.html

Rabu, 10 Mei 2017

TK.TA.41 Gelar Pentas Seni Dan Perpisahan Di Hadiri Ketua NU Semarang

 Semarang.-Pendidikan Taman Kanak- Kanak (TK) Tarbiyatul Athfal 41 Semarang menggelar acara perpisahan bagi anak- anak didiknya tahun ajaran 2016 / 2017 di balai  Kelurahan Gemah ,Kec,Pedurungan Semarang Sabtu (6/5/17) lalu.
Acara yang diikuti puluhan anak, orang tua murid,Guru,serta segenap pengurus yayasan sekolah ini, diisi dengan berbagai acara hiburan. diantaranya, menyanyikan lagu Mars NU Hubbul Wathon bersama, dan  pentas seni  tari  yang di ikuti seluruh siswa TK secara bergantian .
Turut hadir dalam acara tersebut yakni,Ketua NU Semarang Drs.H Anasom ,M.Hum ,Ketua IGTKM NU Semarang Hj. Abu Hanifah S Pd ,Ketua Yayasan TK Tarbiyatul Athfal 41 Hj,Rohmatun, serta penyelenggara Hj ,Dra Fatonah dan  para tamu undangan .
Alif Wahdah S.Ag, selaku Kepala Sekolah TK Tarbiayatul Athfal 41 Semarang dalam sambutannya menyampaikan,acara perpisahan dan  pentas seni ini di selenggarakan dalam rangka bersilaturrohmi kepada seluruh orang tua murid dan sebagai pelepasan murid TK B kepada orang tua untuk kemudian nantinya melanjutkan ke pendidikan di jenjang selamjutnya. 
Di katakanya ,sedianya acara perpisahan akan diselenggarakan pada  bulan  Juni namun dikarenakan bulan tersebut  bertepatan  dengan  bulan Suci  Ramadhan  sehinga acara di majukan.
Meski demikian lanjut Alif mengingatkan ,setelah acara perpisahan ini di gelar anak didiknya tetap di anjurkan untuk masuk  mengikuti pejelajaran seperti biasannya  mengingat pembagian Ijasah maupun Raport  Semester baru akan di bagikan pada  17 juni 2017 mendatang.
“selanjutnya kami para  Guru ,pengasuh TK TA 41  Semarang mohon maaf sebesar besarnya  jika  dalam mengasuh ,mendidik  masih kurang memenuhi harapan bapak ibu semua “jelasnya.
Selain itu  Alif menambahkan, TK Tarbiyatul Athfal 41 Semarang  baru-baru ini juga berhasil  memperoleh juara harapan dua terkait pentas Seni  yang di selenggarakan oleh  IGTKM  muslimat NU se- Kota Semarang.”prestasi  ini perlu kami syukuri mengigat sudah 10 thn tidak juara,harapan kami ini semoga bisa menjadi semangat  kedepan agar lebih bak lagi “pungkasnya.
Di tempat yang sama Ketua IGTKM NU Semarang Hj. Abu Hanifah S.Pd mengucapkan ucapan selamat  kepada segenap jajaran pengurus TK TA 41 Semarang  yang telah mengikuti pentas seni   yang di selenggarakan  IGTKM Semarang  beberpa waktu lalu sehingga bisa memperoleh Juara ,walaupun menurutnya di TK NU juga telah mengembagkan pentas seni lewat tari  dan sebagainya  kata dia pentas seni  saat ini merupakan sebagai kebutuhan.
Selain itu ,Hanifah  juga menyampaikan kepada semua wali murid  yang hadir agar  tidak  hawatir  menyekolahkan putra putrinya di TK muslimat NU dikarenakan  kata dia di NU selain  pendidikan Nasional juga di terapkan pendidikan Agama ,mendidik secara Ahlakul karimah,berbudi pekerti  yang baik sesuai  ajaran  Islam sebenarnya .
“kami sampaikan kepada bapak ibu wali murid semuanya  jangan hawatir putra  putrinya sekolah di taman pendidikan muslimat NU ,karena sudah terbukti  di sisini mempunyai ke unggulan-keggulan  yang tidak di miliki oleh sekolah lainyanya . selain pendidikan Nasional di sini juga  ada pendidikan Agama “. Jelas Hanifah .
Sementara itu Ketua NU semarang Drs, H. Anasom M.Hum yang juga berkesempatan hadir dalam acara tersebut menyampaikan ,Bahwa TK Tarbiyatul Aftal  Muslimat NU di Kota semarang jumlahnya ada 61 dan semuanya hebat ,namun menurutnya yang paling hebat  adalah TK Tarbiyatul Athfal 41 yang berada di kelurahan Gemah. “karena acarannya di hadiri oleh Ketua NU”Guraunya .
untuk itu  Ia  mendorong pada semua wali murid agar memasukan putra putrinya di TK TA 41 Semarang
“ tadi kami  menyaksikan  pentas seni  anak -anak ini sangat hebat dan luar biasa sekali tidak ada di tempat lain  yang ada hanya di TK TA 41 Gemah Semarang ,untuk itu mari bapak ibu anak ,cucu  panjenengan semua di masukan ke TK Tarbiyatul Athfal 41 Semarang “,kata  Anasom.
Menurut Anasom,TK Tarbiyatul Atfal  itu di kelola oleh muslimat NU  dan untuk kurikulumnya kata dia memadukan  antara   anak-anak  nanti supaya semangat beragama  akan tetapi juga semangat berkreatifitas .
“jadi kurikulumnya menyatukan semua itu, dan tadi sudah kita saksikan bersama bahwa anak –anak kita pintar menari tetapi sekaligus juga bisa hafalan Jus Amma ,bisa hafal  Asmaul Husna ,dan lain sebagainya,ini harus  menjadi sasaran dan tujuan utama  bagi para orang tua untuk mendidik anak –anak kita jangan sampai anak kita tidak seimbang di dalam pendiikanya sehinggga ,harus ada Visi   pendidikan Agama akan tetapi juga Visi yang mendidik Anak menjadi seorang kreatif “. urainya.
Di masa depan tambah Aanasom ,nantinya anak –anak yang punya kemampuan Agama serta kemampuan kreatifitaslah  yang akan bisa hidup dan eksis di masyarkat .karena  kata dia dunia persaingan  nanti akan sangat luar biasa sehingga sejak dini  pendidikan mulai dari Paud maupun TK  sudah harus di dasari pendidian baik agama mupun pendidikan Non Agama.
“kratifitas itu akan memupuk,dan menyasar pada otak anak-anak supaya di masa depan nantinya menjadi anak –anak yang kreatif  karena di masa depan hidup bersaing bersama generasi –generasi yang lain ‘Pungkasnya .**





MULTI TAB 1

Pentas Seni & Perpisahan

Pentas Seni & Perpisahan

MULTI TAB 2

Kegiatan Kartinian

Kegiatan Kartinian

MULTI TAB 3

anoman

anoman

MULTI TAB 4

perpisahan

perpisahan

MULTI TAB 5

kartinian 2

kartinian 2


MULTI TAB 6

1

Entri Populer

MULTI TAB 7

Headline

">

MULTI TAB 9

Buku Tamu

MULTI TAB 10

Daftar Blog Saya

MULTI TAB 11




 
KEMBALI KEATAS
') }else{document.write('') } }