PENIGKATAN GIZI

Peningkatan Kesadaran Gizi Ibu dan Balita; Sosialisasi PP Muslimat NU dan Yaici di Palembang Sumatera Selatan

Dra.Hj.Khofifah Indar Parawansa, M.Si.

Mengarungi Kisah Inspiratif Hj Khofifah Indar Parawansa

MANASIK HAJI

Pembelajaran Manasik Haji Kecil TKTA Tarbiyatul Athfal41 Semarang pada Tgl.8 Oktober 2015 di Islamic Center Semarang

Pelatihan Penguatan Keaswajaan Da’iyah Muslimat NU

Penguatan Keaswajaan Bagi Da’iyah Muslimat NU DKI Jakarta

Ketua NU Kota Semarang

Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Dr. KH. Anasom MHum

Rabu, 26 Februari 2020

Waktu Tidur Lebih Larut Berkaitan dengan Obesitas Anak, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jakarta - Pernahkah terlintas pada pikiran bahwa waktu tidur seorang anak mempunyai kaitan dengan obesitas atau kelebihan berat badan? Mungkin jawaban dari hasil dari studi penelitian berikut dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Waktu tidur anak-anak di seluruh dunia sangat beragam, dengan anak-anak di beberapa negara seperti Spanyol dan beberapa bagian di Asia, biasanya terjaga lebih lama.
Sebuah studi baru menunjukkan keterkaitan jam tidur yang lebih larut dengan peningkatan risiko obesitas untuk anak-anak. Walaupun para peneliti mengatakan orang tua tidak boleh terburu-buru untuk membuat anak-anak TK tidur lebih awal.

Seperti dikatakan oleh professor pediatric di Karolinska Institute di Swedia Dr. Claude Marcus, sebagai gantinya, para ibu dan ayah yang harus fokus mempertahankan rutinitas yang teratur tentang penjadwalan waktu makan dan tidur.

Dilansir dari CNN, Selasa (25/2/2020), berdasarkan sebuah hasil penelitian yang merupakan bagian dari studi lebih luas tentang obesitas, menunjukkan bahwa 64 dari 107 anak di Swedia memiliki orang tua yang menggolongkan kelebihan berat badan atau obesitas sebagai salah satu dampaknya.
Para peneliti mengamati berat, tinggi, dan lingkar pinggang dari setiap anak usia satu hingga enam tahun dan ketika penelitian dimulai, semua anak memiliki ukuran yang sama. Waktu tidur dilihat selama tujuh hari berturut-turut dengan menggunakan pelacak yang dikenakan di pergelangan tangan anak.

Pada akhir penelitian, hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak yang biasa tidur larut malam, memiliki pinggang yang lebih luas dan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi.

Marcus menyampaikan  bahwa tidak tidur melebihi pukul 21.00 bisa menjadi salah satu tanda dari gaya hidup keseluruhan yang membuat anak-anak berisiko lebih besar kelebihan berat badan.**



Sumber:https://www.liputan6.com/global/read/4187418/waktu-tidur-lebih-larut-berkaitan-dengan-obesitas-anak-ini-penjelasan-ilmiahnya?source=search

Senin, 24 Februari 2020

Gerakan Makan Ikan Untuk Cegah Stunting Pada Anak

akarta, PAUD dan Dikmas. Dalam rangka mengedukasi anak sejak dini suka makan ikan untuk mencegah stunting, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menggelar gerakan edukasi makan ikan cegah stunting yang diadakan serentak di seluruh Indonesia. Direktorat Jenderal Pendidikan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun turut menggelar gerakan makan ikan ini dengan mengajak siswa-siswa PAUD KM 0 Mekar Asih, Kamis (21/11).
Saat membuka kegiatan tersebut, dihadapan anak-anak dan para orang tua peserta didik dan pengelola PAUD KM 0 Mekar Asih, serta beberapa pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), Harris Iskandar selaku Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Dikmas juga membacakan buku cerita anak bertemakan ikan,
Sambil membacakan cerita Harris berpesan agar anak-anak gemar memakan ikan supaya sehat dan pintar, sedangkan kepada para orang tua Dirjen menyampaikan agar membiasakan anak makan ikan sejak dini. “Anak-anak makan ikan ya, supaya sehat dan cerdas, untuk ayah ibu mari biasakan anak kita makan ikan agar tidak stunting,” ujar Dirjen.
Usai mendengarkan cerita, anak-anak PAUD KM 0 Mekar Asih makan ikan secara bersama kemudian berfoto bersama dengan Dirjen PAUD dan Dikmas, Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD KM 0, beserta Ketua dan Pengurus HIMPAUDI yang hadir.

Sumber: (Tim Warta/MHF/AS/KS)

Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini

Terdapat pepatah yang menyebutkan bahwa walaupun jumlah anak-anak hanya 10% dari total jumlah penduduk, tetapi mempengaruhi 100% masa depan. Investasi untuk program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dianggap sangat penting, sebab akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Banyak studi menunjukkan bahwa investasi pada pendidikan anak usia dini memberikan return atau pengembalian hasil yang paling tinggi dibandingkan kelompok umur lainnya. Hal ini disebabkan karena masa pembentukan otak manusia terjadi paling cepat pada usia di bawah 7 tahun, di lain pihak biaya investasi untuk program anak usia dini adalah paling murah dibandingkan dengan kelompok-kelompok umur lainnya.

PAUD dianggap penting, sebab pembangunan karakter yang paling efektif dilakukan adalah pada usia sedini mungkin. Tim Utton berkata bahwa "At 3, you're made for life" (Pada usia 3 tahun, Anda dibentuk untuk seumur hidup). Ungkapan tersebut mengacu kepada sebuah studi yang dilakukan oleh University of Otago di New Zealand yang meneliti lebih dari 1.000 anak-anak selama 23 tahun, dan terbukti bahwa sejak usia tiga  tahun seorang anak telah dapat diprediksi bagaimana karakternya kelak ketika dewasa...(Selengkapnya dapat di Download)


(Sumber Berita: Rusdiana, S.Pd., M.Pd.)                         

Serah Terima Jabatan Mendikbud

Jakarta, PAUD dan Dikmas. “Saya sangat nyaman bekerja di Kementerian ini,” ujar Muhadjir Effendy saat melakukan serah terima jabatan dengan Mendikbud Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Makarim. Rabu (23/10)
Semua bekerja keras, dan memiliki tingkat kompetensi yang cukup bagus, bisa saya ajak berselancar, berjibaku, berakrobat, sesuai dengan arahan Presiden selama ini agar tidak terjebak dengan rutinitas atau monoton, dan selalu mencari terobosan, ujar Muhadjir Effendy menambahkan.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan pegawai Kemendikbud yang telah bekerja sama dengannya selama kurang lebih tiga tahun. Menurutnya, banyak suka dan duka yang ditemuinya selama memimpin Kemendikbud, termasuk belajar banyak hal. “Saya dapat banyak pelajaran dari bapak/ibu sekalian,” katanya.

Muhadjir meminta maaf jika dalam memimpin Kemendikbud selama ini ada ucapan dan tindakan yang menyinggung perasaan pejabat dan pegawai Kemendikbud. Menurutnya, semua yang dilakukannya adalah untuk melaksanakan tugas-tugas yang diamanahkan Undang-Undang dan digariskan Presiden. “Menteri pada dasarnya kan pembantu Presiden dan menerjemahkan visi dan misi Presiden di bidang masing-masing,” tuturnya.

Ia pun menyambut kehadiran Mendikbud baru Nadiem Makarim dan mengucapkan selamat datang, serta meminta Nadiem untuk melanjutkan atau mengevaluasi kebijakan yang sudah dijalankan, baik sebelum masa jabatan Muhadjir maupun kebijakan yang dikeluarkan di masa sebelumnya. “Silakan dievaluasi secara menyeluruh, bagian mana yang bisa dilanjutkan. Kalau tidak relevan silakan direvisi atau buat kebijakan baru,” katanya.

Menurut Muhadjir Effendy yang sekarang diberi amanah baru oleh Presiden Jokowi sebagai Menko PMK, pejabat di Kemendikbud sangat menguasai masalah, sehingga Mendikbud Nadiem tidak perlu ragu bertanya, termasuk kepada dirinya. “Kalau ada hal-hal yang perlu saya jelaskan atau bantu, saya sangat terbuka,” tutur mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.
Terakhir, Muhadjir menyampaikan apresiasinya kepada insan media yang telah membantu menyebarluaskan program dan kebijakan Kemendikbud. “Demikian yang bisa saya sampaikan,” ujar Muhadjir menutup sambutannya.

Sumber:(Tim Warta/MHF/AS/KS)

Sabtu, 01 September 2018

Aktivitas Fisik Ringan yang Bikin Otak Anak Fokus

Jakarta Anak-anak yang sudah bersekolah baik di tingkat SD hingga SMA seringkali berkutat dengan seabreg pekerjaan rumah (PR).

Oleh karena otak dan fisik yang merasa lelah, membuat anak seringkali kesulitan menyelesaikannya. Jika mendapati buah hati tampak sulit saat mengerjakan PR, cobalah lakukan beberapa aktivitas fisik.

Boleh Ditiru oleh Para Orangtua, Ini 6 Alasan Anak-Anak di Asia Timur Punya Otak Encer
Aktivitas ini dikenal dengan sebutan brain breaks. Merupakan cara sederhana untuk melawan frustrasi dan meningkatkan fokus dan memenuhi kebutuhan harian anak untuk aktivitas fisik.

Gerakan brain breaks harus aktif dan menyenangkan. Anda pun bisa mengajak anak melakukannya saat berada di rumah. Apa saja yang bisa dilakukan saat brain breaks, berikut penjelasannya seperti dikutip Verywell Family pada Minggu, 2 September 2018.

- Lompat-lompatan

Bisa melakukan permainan lompat tali, melompat dari satu titik ke titik lain atau melakukan lompatan sebanyak mungkin selama 60 detik. Dengan melompat akan memompa aliran darah jadi lebih kencang termasuk ke area otak.

Sumber:https://www.liputan6.com/health/read/3633929/aktivitas-fisik-ringan-yang-bikin-otak-anak-fokus?source=search

Ribuan Siswa Lakukan Gerakan Periksa Kerapihan Diri Bersama-sama

KENDAL - Sebanyak 1.634 siswa SMK Bina Utama Kendal, Jawa Tengah melakukan gerakan periksa kerapian diri bersama-sama secara serentak di lapangan sekolah, Senin (27/8/2018) pagi. Sebanyak 14 gerakan dilakukan serentak dan membentuk pola bendera Merah Putih.

Untuk mendapatkan 14 gerakan, ribuan siswa tersebut digembleng anggota TNI dari Koramil Kendal selama dua hari berturut-turut. Bimbingan pelatihan dan keterampilan itu awalnya hanya untuk membentuk karakter siswa, tapi dalam perjalanannya ada gerakan yang bagus sehingga muncul gagasan untuk dilakukan secara serentak oleh siswa.

Kepala SMK Bina Utama Kendal Susandari mengatakan, bimbingan dan pelatihan oleh anggota Koramil Kendal bertujuan memotivasi siswa agar lebih disiplin dan selalu rapi dalam memakai seragam. "Harapannya dengan kegiatan ini siswa mampu menerapkan kedisplinan tidak hanya di sekolah tapi dalam kehidupan sehari-hari," katanya, Senin (27/8/2018).

Gerakan periksa kerapian diri 1.634 siswa ini kemudian dicatat sebagai rekor baru Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) sebagai peserta terbanyak. "Gerakan periksa kerapian diri oleh ribuan siswa merupakan hal baru dan kali pertama dilakukan dengan jumlah terbanyak," kata Ketua Umum Leprid Paulus Pangka.

Selian melakukan gerakan periksa kerapian diri secara serentak dan bersama-sama, ribuan siswa juga membentuk koreo bendera Merah Putih. Siswa barisan belakang ditempel kertas berwana merah sehingga saat melakukan gerakan membungkuk terbentuk bendera Merah Putih berukuran besar.**

Sumber:https://daerah.sindonews.com/read/1333327/22/ribuan-siswa-lakukan-gerakan-periksa-kerapihan-diri-bersama-sama-1535342627

Di PAUD Ini, Bayar Uang Sekolah Pakai Sampah

MEDAN - Demi membantu pemerintah dalam dunia pendidikan, seorang warga di kawasan pesisir Belawan, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Medan, Sumatera Utara, mendirikan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Di sekolah ini, siswa membayar uang sekolah dengan menggunakan sampah.

Saat ditemui Rabu tahun lalu  Zainab Yusuf (48), pengelola PAUD Fitri, mengatakan, kehadiran sekolah ini membuat para ibu rumah tangga mengumpulkan sampah setiap hari, kemudian membawa sampah tersebut ke sekolah sebagai pengganti biaya sekolah anak-anak mereka.

Dia menambahkan, membayar uang sekolah dengan menggunakan sampah, selain membantu untuk menjaga kebersihan lingkungan di Kelurahan Bagan Deli, juga dapat membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah agar dapat menyekolahkan anak-anak mereka.

Untuk diketahui, pada umumnya para orang tua murid di sini bekerja sebagai nelayan tradisional di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan.

Sumber :https://daerah.sindonews.com/read/1226342/191/di-paud-ini-bayar-uang-sekolah-pakai-sampah-1501653772

Kamis, 30 Agustus 2018

Kemdikbud Raih Stan Terbaik Kategori Edukasi di Sumsel Expo 2018

PAUD dan Dikmas. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas), beserta beberapa unit utama yang tergabung dalam stan Pameran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berhasil meraih Stan Terbaik I Kategori Edukasi, saat puncak acara Sumatera Selatan (Sumsel) Expo 2018 di Dekranasda Kota Palembang. Sabtu (25/8)

Penghargaan tersebut diterima salah satu staf Biro Kerjasama Lembaga & Masyarakat (BKLM) Kemdikbud diserahkan Edward Juliarta, Asisten Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah Sumsel mewakili Gubernur Sumsel yang berhalangan hadir. Untuk posisi terbaik II pada kategori ini diterima oleh Ditjen Hak dan Kekayaan Intelektual, sedangkan terbaik III didapatkan oleh PT. Semen Padang.

Selain kategori edukasi juga ada sembilan kategori lainnya, yaitu Kreatif dan Atraktif, Inovasi, Pelayanan Prima, Futuristik, Promosi Potensi Daerah, Penggerak Usaha Mikro, BUMN, Kabupaten/Kota, dan Dekranasda Provinsi. Dengan penilaian berdasarkan empat aspek yaitu: kesesuaian, konten acara, dekorasi, dan konsistensi.

Sumsel Expo 2018 diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumsel tanggal 16 s.d 25 Agustus, diikuti 647 stan yang terdiri dari kementerian/lembaga, Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mempromosikan UKM binaannya, termasuk stan milik badan usaha perorangan dan juga masyarakat luas.

Sumber:https://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/9161.html

Meriahkan Asian Games 2018, Paud Dikmas Gelar Pameran Bersama

Palembang, PAUD dan Dikmas - Memeriahkan even Asian Games 2018 di bumi Sriwajaya, Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI turut berpartisipasi dalam gelaran pameran.“Selain media publikasi, even ini juga dimanfaatkan untuk semakin mendekatkan program dan kegiatan Ditjen PAUD dan Dikmas dengan masyarakat,“ papar Ryke Pribudhiana, Kasubbag Kerja Sama, Setditjen PAUD dan Dikmas, di Palembang, Senin (20/8).
Pasalnya, kata Pri - biasa disapa - Ditjen PAUD dan Dikmas fokus dalam penuntasan dan pemberdayaan atau pelatihan masyarakat agar lebih mandiri serta turut serta dalam pencapaian program Nawacita Presiden Joko Widodo.


“Kita hadirkan pengelola kursus dan pelatihan serta PKBM dengan keahlian serta prestasi mereka agar mendorong semakin terbentuknya komunitas pendidikan sehingga mempercepat layanan pendidikan yang berkualitas dan merata,“ ungkap Pri. Dalam even bertajuk Sumsel Expo 2018, yang diklaim sebagai even pameran terbesar di Sumatera ini, Ditjen PAUD dan Dikmas yang berlokasi di stand Kemendikbud di Rooder Blok D, menampilkan berbagai Program Ditjen PAUD dan Dikmas, layanan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), E-proposal pendidikan keaksaraan, setara daring (kesetaraaan online), serta berbagai keahlian dari Lembaga Kursus dan Pelatihan yang salah satunya akan menampilkan tata rias pengantin dan rias karakter yang akan ditampilkan oleh LKP Arini Palembang. Rias karakter tersebut akan melibatkan pengunjung.

“Sebagai komunikasi interaktif dengan masyarakat, kami juga menawarkan kepada pengunjung utk merias wajahnya dengan karakter bendera peserta Asian Games dan karakter lainnya. Hal ini merupakan salah satu bentuk upaya kita memeriahkan even Asian Games ini,” pungkas Pri. Even Sumsel Expo 2018 ini digelar di area Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan yang berseberangan dengan Stadion Jakabaring yang menyelenggarakan even Asian Games yang akan berlangsung selama sepekan 17-25 Agustus 2018.

Sumber:https://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/9160.html

Ada Hikmah & Pembelajaran Dari Bencana Gempa Bumi NTB

NTB, PAUD dan Dikmas. “Ada hikmah dan pembelajaran dari bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tengara Barat (NTB) kemarin,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Harris Iskandar, saat mengunjungi Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Masyarakat Lombok Barat yang terletak di Jl. Pariwisata No.11 Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat Provinsi NTB. Kamis (16/8)

Salah satunya bagaimana persiapan sebelum terjadinya dan bagaimana penanganan bencana, misalnya sebelum terjadi bencana banyak bangunan penyelenggara pendidikan yang tidak dirancang bila terjadi bencana seperti gempa. Sehinga banyak bangunan khususnya di satuan PAUD dan Dikmas rata dengan tanah atau terpaksa membangun dari awal, akibat struktur bangunan yang dibuat tidak menggunakan perencanaan secara matang.

Oleh sebab itu pihaknya akan membuat kajian terkait aturan bangunan layak dan aman bagi satuan PAUD dan Dikmas, guna meminimalisir dampak buruk dari suatu bencana baik bagi peserta & tenaga pendidik/ kependidikan. Sedangkan untuk penanganan bencana Dirjen berpendapat agar seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) PAUD dan Dikmas diseluruh Indonesia, agar memiliki cadangan tenda darurat untuk pengungsi atau sebagai tempat pembelajaran sementara bagi peserta didik.

Karena dengan adanya kegiatan pembelajaran bagi masyarakat/ peserta didik dapat menjadi cara menghilangkan/ mengurangi trauma paska bencana, ujar Harris menambahkan. Dalam kunjungan di Lombok, selain mengunjungi SKB Lombok Barat Dirjen juga mendatangi tempat pengungsian masyarakat di Desa Guntur Macan, lembaga penyelenggara PAUD & Dikmas serta staf BP PAUD & Dikmas yang tempat tinggalnya rusak berat akibat gempa.

Turut hadir dampingi kunjungan Dirjen selama di NTB, Zakyno Kepala Sub Bagian Rumah Tangga & Eru Kepala Sub Bagian Data & Informasi Seketariat Ditjen PAUD & Dikmas. Serta Zulfar Konsultan Teknik Bangunan, Kepala Balai Pengembangan PAUD & Dikmas Provinsi NTB Eko Sumardi bersama rombongan.

Sumber: https://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/9159.html

Ditjen PAUD dan Dikmas Berikan Bantuan Bencana Gempa NTB

NTB, PAUD dan Dikmas. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Kementerian Pendidikan & dan Kebudayaan (Kemdikbud), serahkan bantuan kepada lembaga-lembaga penyelenggara PAUD dan Dikmas yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Berupa uang tunai untuk meringankan perbaikan atau renovasi bangunan, selimut, paket makanan bagi anak PAUD dan berbagai bantuan lainnya.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan saya mohon maaf jika bantuan ini tidak sebesar yang diharapkan, namun kami berusaha semaksimal mungkin yang kami mampu untuk membantu para korban atau lembaga yang terdampak gempa,” ujar Harris Iskandar Direktur Jenderal PAUD & Dikmas saat memberikan bantuan bencana gempa di Desa Guntur Macan, Kabupaten Lombok Barat NTB. Kamis (16/8)

Harris yang pada saat itu didampingi Kepala Balai Pengembangan PAUD & Dikmas Provinsi NTB Eko Sumardi, Zakyno Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Eru Kepala Sub Bagian Data & Informasi Seketariat Ditjen PAUD & Dikmas, beserta rombongan. Menyampaikan & mengajak seluruh masyarakat untuk berdoa semoga bencana dapat segera berlalu serta penanganan bencana dapat berjalan dengan baik.

Untuk informasi bahwa Desa Guntur Bumi merupakan salah satu tempat di Lombok Barat yang terkena dampak bencana cukup parah, sekitar 1000an orang hampir 80 persen diantaranya kehilangan tempat tinggal karena mengalami rusak parah ataupun rata dengan tanah. Selain mengunjungi Desa Guntur Macan Dirjen beserta rombongan juga mengunjungi bangunan milik Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Lombok Barat, lembaga PAUD di kota Mataram dan staf BP PAUD & Dikmas yang tempat tinggalnya rusak berat akibat gempa.

Bahkan sekitar satu hari hingga dua hari setelah gempa dahsyat dilombok, Ditjen PAUD dan Dikmas beserta BP PAUD & Dikmas telah memberikan bantuan kepada masyarakat & lembaga yang terkena dampak Gempa, termasuk melakukan kegiatan mengurangi dampak trauma dari bencana alam tersebut diantaranya dengan cara memutar bioskop keliling.

Sumer:https://www.paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/9158.html

Sabtu, 14 Oktober 2017

Presiden Akan Perintahkan Kepala Daerah Alokasikan Anggaran Untuk Gaji Guru PAUD

Jakarta, PAUD dan Dikmas. "Kalau tidak ada, mana berani gubernur, bupati, dan wali kota memberikan. Tapi ini baru dua minggu yang lalu, nanti akan saya perintahkan setelah bertemu dengan gubernur, bupati, dan wali kota,” ujar Presiden Joko Widodo saat menutup pelatihan akbar guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Provinsi DKI Jakarta di Islamic Center Jakarta. Rabu (20/9) Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo terkait Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017, tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang diterbitkannya sekitar dua minggu lalu. Dengan harapan dapat dapat menjadi payung hukum untuk mengalokasikan dana bantuan bagi guru PAUD. Presiden juga menyampaikan mengenai dialog singkatnya saat berbisik-bisik dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, mengenai apakah ada tersedia alokasi dana untuk guru PAUD dan Mendikbud menjawab akan menghitung dulu, untuk ketersediaan anggaran bagi guru PAUD. Kalau ada saya perintahkan berikan segera'. Itu tahapannya seperti itu," kata Presiden Jokowi dalam acara yang juga dihadiri Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, dan sejumlah istri anggota Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK). Selain berpidato Presiden juga melakukan dialog dengan para guru-guru PAUD yang hadir pada acara tersebut, beberapa guru pun antusias mencurahkan pengalaman dan nasib mereka yang kebanyakan bekerja secara sosial. Dengan imbalan yang mereka dapatkan berupa “sejuta” yang memiliki arti setia, jujur, dan takwa. (Tim Warta/MHF/KS)

Sumber:https://paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/8941.html

Lomba Warnai Batik Tingkatkan Pendidikan Karakter Anak PAUD

Pekalongan, PAUD dan Dikmas - Dalam rangka mengenalkan budaya dan tradisi, sekaligus menanamkan pendidikan karakter kepada anak usia dini. Digelar lomba mewarnai batik buket yang diikuti 500 peserta dari PAUD dan TK di Kota Pekalongan. "Batik menjadi ikon dan warisan budaya Indonesia, yang telah diakui dunia. Maka dengan lomba ini kita melestarikan dan menanamkan sedini mungkin. Karena dari usia dini, akan tertanam hingga dewasa nanti," papar Djajeng, Kepala PP PAUD dan Dikmas Jawa Tengah, yang mewakili Dirjen PAUD dan Dikmas, pada acara pembukaan lomba mewarnai batik Buket di Kawasan Budaya Jetayu, Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (5/10). Gelaran acara lomba mewarnai batik buket ini merupakan rangkaian acara Pekan Batik 2017. Agenda tahunan nasional dalam rangka menyambut dan memeriahkan hari batik nasional dan penetapan batik sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada 2 Oktober. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas), kata Djajeng, menilai kegiatan ini menjadi momen yang sangat tepat dalam pendidikan karakter. Juga melesetarikan budaya dan tradisi khas Indonesia. "Alangkah bagusnya pendidikan dan pengenalan batik ini dimasukan sebagai bahan ajar bagi anak-anak dan pendidikan masyarakat," papar Djajeng yang juga membuka acara batik raksasa Batik di kawasan budaya Jetayu. Pekan batik ke-9 ini dimeriahkan berbagai kegiatan, dari pameran batik hingga festival batik, dalam meningkatkan promosi pariwisata, batik, kuliner dan seni budaya Indonesia.(Tim Warta/KS/TGH)


Sumber:https://paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/8947.html

Dirjen PAUD dan Dikmas: Target SEAMEO CECCEP Wujudkan PAUD Universal

akarta, PAUD dan Dikmas - Kehadiran SEAMEO Ceccep sebagai lembaga pengembangan pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga sangat diharapkan peran aktifnya dalam penuntasan pendidikan anak usia dini di Indonesia khususnya, umumnya di ASEAN. Pasalnya, SEAMEO Ceccep merupakan center atau pusat kajian dan pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Keluarga untuk kawasan ASEAN. “SEAMEO CECCEP dibentuk untuk merealisasikan program pertama dari 7 (tujuh) program prioritas SEAMEO, yaitu tercapainya pendidikan universal pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan target anak-anak dari keluarga miskin, anak-anak yang tinggal di pedesaan, etnis yang termarjinalkan, serta anak-anak berkebutuhan khusus,” papar Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud, Harris Iskandar. Harris menegaskan bahwa untuk pelaksanaan SEAMEO CECCEP maka tanggal 14 September 2017 yang lalu, telah dilaksanakan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dikuasakan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat dengan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan dengan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) khusus untuk bersama-sama mengelola SEAMEO CECCEP. Dengan telah diakuinya SEAMEO CECCEP, kata Harris, sebagai sebuah organisasi baru di kawasan Asia Tenggara, keberadaan Centre ini akan menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi kita semua. Kebanggaan tersebut akan terwujud apabila seluruh stakeholders PAUD dan Pendidikan Keluarga dapat menjalin kerja sama untuk sama-sama menjadikan SEAMEO CECCEP besar dan berguna bagi bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara. “Diharapkan seluruh mitra PAUD dan Pendidikan Keluarga berkenan melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman seperti yang telah dilaksanakan dengan kedua perguruan tinggi tersebut. Sehingga pendidikan anak usia dini berkualitas serta pendidikan keluarga dapat terwujud di Indonesia, dan kawasan ASEAN,” harapnya. (Tim Warta/KS/Pri)

Sumber:https://paud-dikmas.kemdikbud.go.id/berita/8950.html

MULTI TAB 1

Pentas Seni & Perpisahan

Pentas Seni & Perpisahan

MULTI TAB 2

Kegiatan Kartinian

Kegiatan Kartinian

MULTI TAB 3

anoman

anoman

MULTI TAB 4

perpisahan

perpisahan

MULTI TAB 5

kartinian 2

kartinian 2


MULTI TAB 6

1

Entri Populer

MULTI TAB 7

Headline

">

MULTI TAB 9

Buku Tamu

MULTI TAB 10

Daftar Blog Saya

MULTI TAB 11




 
KEMBALI KEATAS
') }else{document.write('') } }