Anak hiperaktif merupakan
tantangan tersendiri bagi para ibu yang dikaruniai anak seperti ini. Karena
anak hiperaktif memiliki keistimewaan yaitu mereka lebih aktif dibandingkan
dengan anak-anak lainnya. Anak hiperaktif cenderung selalu bergerak. Mereka
tidak bisa duduk diam dalam jangka waktu yang lama.
Seolah tak pernah kehabisan energi mereka selalu berlarian
kesana kemari, tidak bisa diam dan kerap berlompatan ke segala arah hingga anda
sebagai ibunya sering kewalahan untuk mengejarnya.

Hukuman fisik seperti mencubit, membentak atau memarahinya
bukanlah solusi yang tepat untuk membuat mereka diam atau tenang. Justru anak
yang hiperaktif membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang lebih pula.
Tindakan atau respon yang tidak tepat terhadap sikap mereka bukanlah dengan
cara memarahi atau menghukumnya.
Lebih baik kenali dulu tipe-tipe anak hiperaktif berikut
ini, agar anda dapat bertindak lebih tepat dalam merespon sikap aktif yang
berlebihan dari buah hati anda.
1. Tipe hiperaktif implusif
Anak yang mengalami hiperaktif implusif biasanya lemah dalam merespon. Perilaku
implusif ditandai dengan melakukan sesuatu yang sulit untuk dikendalikan,
seperti terlalu enerjik, lari ke sana
ke mari, melompat seenaknya, memanjat-manjat, banyak bicara dan berisik. Selain
itu, ia juga biasa melakukan segala sesuatunya tanpa pertimbangan dan sering
kali ditunjukkan ketidaksabaran.
2. Tipe hiperaktif inatensi
Biasanya anak dengan hiperaktif seperti ini tidak mampu memusatkan perhatian
secara utuh, tidak mampu mempertahankan konsentrasi. Selain itu, mudah beralih
perhatian dari satu hal ke lain hal, sering melamun, sulit diajak berbicara
atau menerima instruksi karena perhatiannya terus berpindah-pindah, pelupa dan
kacau.
3. Tipe hiperaktif kombinasi
Biasanya anak kurang memperhatikan aktifitas dan mengkuti permainan atau dalam
menjalankan tugasnya karena perhatiannya mudah terpecah. Selain itu, sering
berubahnya pendirian yang ada di diri si anak, dan dalam melakukan sesuatu
selalu aktif secara berlebihan.
Nah, bila Ibu memiliki anak hiperaktif, beberapa kiat
berikut mungkin bisa diterapkan:
• Berusaha lebih tegas kepada anak
Ajarkan disiplin pada anak hiperaktif, agar ia dapat mengatur dirinya dengan
baik. Dengan cara bagaimana? Yakni memberitahu si anak bahwa Ibu tidak menyukai
beberapa tingkah lakunya. Selain itu, Ibu juga bisa melibatkan anggota keluarga
untuk menjaga anak secara ketat dan tegas. Namun Ibu, berindak tegas bukan
berarti kita lantas sering menghukumnya secara fisik ya. Tetap perlihatkan
bahwa Ibu melakukannya karena sayang padanya.
• Disiplin
Sebaiknya Ibu mulai mengajak anak untuk menerapkan pola hidup disiplin. Ibu
bisa memberi contoh terlebih dulu, jadikan Ibu sebagai role model (pelaku) agar
si anak bisa mengikuti pola hidup disiplin yang sudah Ibu buat. Aturan ini
tentu akan membuat si anak lebih fokus pada aturan-aturan yang Ibu berikan.
Dalam mengajari anak tentang pola disiplin, jangan bosan untuk terus-menerus
mengulangi hal-hal yang dengan cepat dapat dipelajari dan diingat oleh anak
normal.
• Menciptakan kegiatan kreatif
Kesibukan orangtua seringkali membuat anak menjadi kurang perhatian. Karena itu
luangkan waktu buat anak. Misalnya, mengajak dia melakukan kegiatan kreatif
seperti membaca buku, melukis atau menyanyi. Kegiatan ini bisa menenangkan anak
yang hiperaktif. Selain itu, ibu juga bisa mengajaknya pergi ke taman agar dia
bisa menikmati waktu bermainnya.
• Mengajaknya Berolahraga
Ibu bisa mengajak si buah hati berolahraga selain berguna untuk menyehatkan
tubuh juga bisa mengurangi hiperaktif. Salah satu olahraga sederhana yang dapat
dilakukan adalah senam di rumah dengan diiringi musik.
sumber: ibudanbalita.com