PENIGKATAN GIZI

Peningkatan Kesadaran Gizi Ibu dan Balita; Sosialisasi PP Muslimat NU dan Yaici di Palembang Sumatera Selatan

Dra.Hj.Khofifah Indar Parawansa, M.Si.

Mengarungi Kisah Inspiratif Hj Khofifah Indar Parawansa

MANASIK HAJI

Pembelajaran Manasik Haji Kecil TKTA Tarbiyatul Athfal41 Semarang pada Tgl.8 Oktober 2015 di Islamic Center Semarang

Pelatihan Penguatan Keaswajaan Da’iyah Muslimat NU

Penguatan Keaswajaan Bagi Da’iyah Muslimat NU DKI Jakarta

Ketua NU Kota Semarang

Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Dr. KH. Anasom MHum

Rabu, 04 Maret 2020

Berusaha Menjadi Teman yang Baik bagi Anak


Banyak orang tua yang ingin menjadi keren di mata anak mereka, dan ingin berteman akrab. Namun, cara mendidik anak yang seperti ini akan membuat orang tua kesulitan untuk menolak keinginan anak, dan justru membuat anak mendapat celah untuk menjadi egois.

Sebaliknya, orangtua yang memiliki otoritas penuh, akan lebih dihormati dan dipatuhi. Menurut Thomas Lickona, ada tiga gaya orang tua dalam mendidik anak:

- Orang tua yang otoriter, di mana orang tua berada dalam kekuasaan penuh dalam mengatur anak.

- Orang tua yang permisif, di mana orang tua memberi banyak kasih sayang dan memanjakan anak, sehingga anak cenderung lebih berkuasa atas keinginannya.

- Orang tua yang otoritatif, cara mendidik anak dengan gaya ini menggabungkan kedua gaya sebelumnya. Memberikan anak aturan, namun juga memberi kasih sayang yang banyak.

Cara mendidik anak yang ketiga inilah yang sebaiknya diterapkan untuk mendidik anak. Karena dengan otoritatif, orang tua akan tetap bersikap hangat, mau mendengarkan anak, namun masih bisa dihormati oleh anak**


Sumber: https://m.liputan6.com/health/read/4001580/3-kesalahan-orangtua-ketika-mendidik-anak

3 Kesalahan Orangtua Ketika Mendidik Anak


Jakarta Menjadi orangtua bukan hal mudah. Ada kewajiban dan tanggung jawab di dalamnya, terutama dalam hal mendidik anak.

Setiap orangtua tentunya akan berusaha maksimal dalam mendidik anak-anaknya. Namun, orangtua pun manusia yang bisa berbuat kesalahan dalam keseharian maupun saat mendidik anak.

Dalam artikel Psychology Today yang berjudul “ Three Common Mistakes in Parenting” yang ditulis oleh Thomas Lickona, Ph.D, menunjukan bahwa mendidik anak tak bisa luput dari keliru. Namun, terkadang kekeliruan ini tidak disadari para orang tua, bahkan ada yang menyangka kesalahannya.

Hal yang perlu diingat dalam mendidik anak adalah, orangtua juga manusia yang tak luput dari kesalahan. Jangan terlalu egois untuk meyakinkan diri bahwa cara mendidik anak yang sudah dilakukan benar adanya.

Berikut tiga kesalahan dalam cara mendidik anak yang dilansir dari Psychology Today.

Memanjakan Anak

Dalam sebuah polling yang diadakan oleh CNN, dua per tiga orang tua di Amerika mengatakan kalau mereka telah memanjakan anaknya. Ketika di rumah, tugas seorang anak adalah menerima dan orang tua memberi, konsep mendidik yang demikian tanpa disadari akan membuat anak menjadi manja dan egois.

Orang tua terkadang memberikan semua apa yang diinginkan oleh anak sebagai bentuk kasih sayangnya. Namun, dalam cara mendidik anak yang baik, memberikan porsi anak tanggung jawab dan tugas rumah tangga akan membuat tumbuh kembang anak jauh lebih baik, dibandingkan memanjakan.

Memberikan penjelasan pada anak tentang sebuah tanggung jawab, mengajarkan untuk memisahkan antara keperluan pribadi dan keperluan keluarga sejak dini, dirasa mampu mendidik anak tentang kemurahan hati, rasa tanggung jawab, dan juga menumbuhkan kemandirian.**

4 Cara efektif mendidik anak supaya mau mendengar perintah Anda

Berbagai teori cara mendidik anak sudah Anda terapkan, namun tetap tidak digubris? Wah, jangan khawatir, anda tidak sendiri kok.

Problem ini sepertinya menjadi masalah utama orangtua jaman sekarang. Namun sebaiknya jangan dibiarkan terjadi terus menerus ya, karena dikhawatirkan anak akan manja dan merasa semua keinginannya harus dipenuhi.

Lalu, harus bagaimana ya cara yang tepat agar mereka mau mendengar perintah Anda?

Cara mendidik anak yang efektif

1. Dengarkan si kecil dulu yuk

Meski oranhtua memberi perintah, bukan berarti Anda tidak mendengar keluhan mereka. Mereka mungkin capek belajar, sedang tidak enak hati dengan suasana sekolah, misalnya, atau masalah lain yang mungkin mereka alami.

Nah Parents, mau mendengarkan adalah kunci dari cara mendidik anak yang baik. Jika Anda menunjukkan sikap mau mendengar keluhan mereka, atau peka bahwa mereka sedang kesal karena adanya masalah, maka mereka pun akan mendengar perintah Anda.

2. Panggil nama mereka

Berteriak tidak pernah menjadi cara mendidik anak yang disarankan  hanya akan membangkitkan emosi. Parents sendiri misalnya, tidak ingin bukan diteriaki oleh bos hanya karena diminta melakukan hal sepele?

Oleh karena itu pastikan Anda memanggil nama saat mereka bermain. Ketika menoleh dan memerhatikan Anda, katakan dengan baik hal yang Anda inginkan dari si kecil.

3. Tatapan mata yang hangat

Tatapan mata memiliki kekuatan untuk menunjukkan perasaan. Saat orangtua menatap mata anak, ia pun akan melihat bahwa orangtua mereka memberi perhatian, bukan amarah atau emosi negatif lainnya.

Dengan menatap mata anak, Anda pun akan paham apakah ia benar-benar mendengar atau cuek dengan perintah. Selain itu, Anda pun bisa menunjukkan kepedulian dengan cara mendengar dan ikut empati dengan hal yang tengah mereka rasakan.

4. Introspeksi diri

Terkadang kita lupa sebagai orangtua kita pernah membuat janji namun mengingikarinya. Dari semua teori cara mendidik anak, introspeksi diri sering terabaikan, lho.

Bagaimana mungkin anak akan mendengar perintah orangtua, jika kita sendiri kerap tidak konsisten dengan ucapan?

Akibatnya, kata-kata atau wejangan apa pun tidak ‘sakti’ lagi. Kita sering memarahi anak karena melakukan suatu hal yang sebenarnya sering kita lakukan sendiri.

Nah, inilah yang sebaiknya benar-benar harus diperhatikan orangtua dalam mengaplikasikan ragam teori cara mendidik anak. Yuk, aplikasikan 4 hal di atas dalam keseharian mendidik anak!**

Senin, 02 Maret 2020

Pesantren dan Sekolah Jadi Tonggak Utama NU


Seperti yang telah dipaparkan pada tulisan sebelumya, dalam kurun dua tahun sejak didirikan IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama), kepengurusan Pimpinan Pusat IPNU di bawah kepemimpinan Tolchah Mansoer, berhasil mendirikan cabang-cabang baru di berbagai daerah, yang berjumlah kurang lebih 100 cabang. Di masa awal tersebut, wilayah kaum santri dan tentu pesantren menjadi salah satu basis dalam pendirian dan pengembangan IPNU di daerah.

Maka tak heran, penamaan cabang-cabang yang baru dibentuk itu kemudian juga tidak melulu berdasarkan kepada nama kabupaten/kota, layaknya IPNU di masa sekarang, namun dinamakan sesuai kampung di mana terdapat pesantren, seperti halnya Krapyak. Kadang kala penamaan cabang tersebut, yang didasarkan pada nama kecamatan, seperti Wonopringgo dan Margoyoso. Khusus kedua cabang ini, kebetulan penulis mendapatkan data lengkap nama-nama pengurus dan alamat kantor di masa tahun 1961.

Pada Oktober 1961, majalah “Risalah Organisasi IPNU” yang diterbitkan Departemen Penerangan Pimpinan Pusat IPNU, merilis sejumlah cabang yang kala itu sudah berdiri, di antaranya Cabang Wonopringgo dan Margoyoso. Menjadi menarik, sebab bila kita mencari nama cabang-cabang tersebut, kini sudah tiada. Keduanya, kini menjadi nama kepengurusan di tingkat kecamatan (Pimpinan Anak Cabang / PAC). PAC Wonopringgo di bawah Cabang Kabupaten Pekalongan, sedangkan PAC Margoyoso masuk ke wilayah IPNU Cabang Pati.

Wonopringgo dan Margoyoso, keduanya memiliki kesamaan sebagai daerah pesantren. Di Margoyoso misalnya, pada tahun 1954-1961, era di saat IPNU didirikan dan mulai berkembang, sudah terdapat beberapa pesantren dan madrasah (sekolah) di daerah Kajen, yang menjadi rujukan para santri dari berbagai penjuru Tanah Air. Sebut saja Pesantren Kulon Banon, Wetan Banon (Salafiyah), Maslakul Huda, Mathali’ul Huda, dan lain sebagainya. 

Sedangkan di Wonopringgo, yang sudah terbentuk Kring NU, sejak tahun 1939, juga terdapat banyak pesantren dan beberapa lembaga pendidikan milik NU, seperti S.R.I (Sekolah Rakyat Islam, kini Yayasan Madrasah Islamiyah/YMI) di Kwagean. 

Adapun susunan pengurus Tjabang Margoyoso dan Wonopringgo di tahun 1961 (untuk penjelasan nama-nama pengurus barangkali nanti bisa dilengkapi dari penulis yang lain), yakni : 1. Tjabang Margoyoso (Alamat : Rumah A. Rifai Nasuha Kadjen Margojoso) Pelindung : A. Rifai Nasuha. Ketua I dan II : A. Fajumi dan Djuremi. Sekretaris I dan II : A. Muslam dan Hasjim S. Bendahara I dan II : Abd. Bari dan Zawawi. Departemen2 Pendidikan I dan II : Muzamil S dan H Faqih. Penerangan I dan II : Hadliq S dan Nur Hamid. Kader I dan II : Sholeh Ibrohim dan M Durrijun. Sosial I dan II : Hadliq M dan Mustadjab N. Olahraga I dan II : Mustadjab M dan Muzajin H. Kesenian/Kebudayaan I dan II : Mahfudz dan Muslim. Pembantu2 : Masruhin, Abd. Hamid, Asrori, dan Abd. Karim. 2. Tjabang Wonopringgo (Alamat : S.R.I. Wonopringgo I) Pelindung : Camat, BODM (Bintara Onder Distrik Militer/Kodim), Komandan Polisi Wonopringgo.  Penasihat : M. Bakir Dimjati, H.M. Buchori, dan H. Chumaidi. Ketua I dan II : Ah. Sjirozi Zuhdi dan A. Qurofi Hajin. Sekretaris I dan II : Chazir Anwar dan Chafidz Affandi. Bendahara I dan II : A. Machmud A. Amin dan Izudin Djazuli.   Departemen2 Pendidikan I dan II : A. Kuzari Hajin dan Muslim Achmad. Penerangan I dan II : Misbah Malibary dan Bachir Ghozali. Kader I dan II : Maftuh Quljubi dan A. Nadjib Sjamsuddin. Sosial I dan II : Djabir Maliki dan A. Barowi Buzari. Olahraga I dan II : Kastoha Na’im dan Tjashari. Kesenian/Kebudayaan I dan II : Ach. Muslih Malibari dan Asrori. Pembantu2 : A. Churozi, Fuzari Bahrum, Ismail Anwar, dan Nur Zain. Para pengurus ini kebanyakan dari mereka para alumni pesantren, madrasah, dan sekolah umum. Pesantren, sekolah, dan juga universitas (kampus) inilah yang menjadi tonggak dari keberadaan IPNU. Tolchah memiliki visi untuk menyatukan beberapa elemen tersebut, yakni pelajar umum dan kaum santri (pesantren). Menurut Tolchah adanya “perkawinan intelektual” ini menjadi penting bagi kaum Nahdliyin, juga bangsa Indonesia pada umumnya, untuk menghadapi tantangan di masa depan. Kata Tolchah, kala itu : “... satu fihak jang mempunjai ketjakapan jang mendalam di dalam ilmu agama, di lain fihak kurang pengetahuannja dalam lapangan agama, dan jang lain lagi jang mempunjai kedua-duanya itu dengan seimbang, jang terachir ini djarang sekali. Semua ini diperlukan untuk menghadapi masa jang akan datang... Ja, hari jang akan datang adalah hari kita, milik kita, kita pewaris2 zaman jang akan datang...“ Di masa Tolchah mengembangkan IPNU tersebut, tentu keadaannya tidak seperti sekarang, yang sudah sangat cair antara ilmu umum dan ilmu agama, begitu pula dengan hubungan antara sekolah dan pesantren, yang kebanyakan justru telah menjadi satu kesatuan. Namun, justru inilah yang kemudian dapat menjadi keuntungan serta kekuatan penting, bagi para pengurus IPNU di masa sekarang. 


Penulis: Ajie Najmuddin Editor: Abdullah Alawi   

Sumber:www.nu.or.id

Respons Virus Corona, PBNU Doa Bersama

Jakarta.Respons Virus Corona, PBNU Doa Bersama dan Bacakan Shalawat Selasa 3 Maret 2020 03:00 WIB Bagikan: Doa bersama di Masjid Annahdlah PBNU untuk mengatasi persoalan virus corona, Senin (2/3). 

Pengurus Besar Nahdaltul Ulama (PBNU) menggelar doa bersama dan pembacaan Shalawat Thibbil Qulub di Masjid Annahdlah Gedung PBNU Jl Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Senin (2/3) malam. 

Doa bersama dan pembacaan shalawat dilakukan sebagai respons masuknya virus corona ke Indonesia.    Pembacaan doa dan shalawat dipimpin Wakil Ketua Lembaga Dakwan Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Misbachul Munir diikuti seluruh jamaah yang hadir. Hadir pula pada kegiatan tersebut Sekretaris Jendral PBNU H Helmy Faisal Zaini dan Pengasuh Pesantren Lirboyo KH Kafabihi Mahrus Ali.

Setelah melakukan doa bersama dan pembacaan shalawat, kegiatan dilanjutkan dengan mauidzah khasanah KH Kafabihi Mahrus.   Kiai Kafabihi Mahrus Ali mengatakan apapun yang telah terjadi di bumi bahkan di planet merupakan kehendak Allah SWT. Karena itu, modal manusia adalah ikhtiar terutama ikhtiar menjaga kebersihan.  

 Menurut Kiai Mahrus, ketika manusia sudah menjaga kebersihan maka insyaallah dijauhkan dari berbagai penyakit termasuk wabah corona. Selain itu, masuknya wabah corona harus diartikan sebagai peringatan bagi umat manusia dari sang pencipta yakni Allah SWT. 

 "Kata Nabi Man yuridilahu khairan yusib minhu, barangsiapa yang dikehendaki oleh  kebaikan maka dicoba sabar atau tidak, ridha atau tidak, tabah atau tidak, dekat kepada Allah tidak. Kalau dia sabar tetap di jalan Allah maka oleh Allah akan diangkat derajatnya di dunia dan akhirat," ujar kiai yang juga Rais Syuriyah PBNU.  

Sebelumnya diberitakan, virus corona (Covid-19) telah masuk Indonesia, dua WNI terkonfirmasi positif terkena virus yang sejak tiga bulan terakhir mengancam keselamatan dunia tersebut. Informasi itu bahkan disampaikan langsung Presiden Joko Widodo, Senin (2/3) di Istana Negara Jakarta.

 Sekretaris Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU) Citra Fitri Agustina mengatakan, ada sejumlah langkah agar warga tak terkena virus corona. Langkah-langkah tersebut berdasarkan petunjuk yang juga banyak disampaikan World Health Organization (WHO) kepada masyarakat dunia.   

Langkah-langkah tersebut meliputi hindari mengonsumsi daging dan telur mentah; hindari area berasap atau area merokok; minum obat segera setelah gejalanya muncul serta jangan membiarkan kondisinya menjadi semakin parah.   Langkah selanjutnya, masyarakat juga harus rajin mencuci tangan setelah bersin atau batuk. Kemudian, menutup mulut sebelum batuk atau bersin menggunakan tisu atau bahan lain yang layak.   "Nah jika Anda yakin telah terinfeksi, hindari kontak dekat dengan orang-orang. Dan harus memiliki waktu istirahat yang tepat," kata dokter Civi. 

 Ia menambahkan, warga yang dinyatakan terkena gejala virus corona diminta untuk menjauhi area-area keramaian. Hal paling penting yang juga tidak boleh dilupakan adalah membersihkan tangan menggunakan sabun dan air atau hand rub yang mengandung alkohol.   "Selanjutnya, jika memasak daging untuk dikonsumsi, sebaiknya memerhatikan tingkat kematangan daging secara baik," katanya. 

 Virus yang sudah memakan ribuan korban jiwa tersebut juga dapat dihindari dengan menggunakan perlindungan atau pengaman tubuh ketika akan melakukan kontak dengan binatang liar.  "Sangat baik pula sebagai Nahdliyin kita cegah segala penyakit termasuk virus dengan pola hidup sehat, makan sayur dan buah, olahraga atau aktivitas fisik, dan jangan lupa cek kesehatan," tuturnya.

Bagi pihak-pihak yang berwenang, di kantor-kantor perlu memperbanyak sabun dan fasilitas cuci tangan dan setelah selesai cuci tangan sebaiknya keringkan terlebih dahulu dengan pengering, tisu bersih atau lap. 

"Jangan keringkan di baju yang kita pakai, jangan juga meludah sembarangan. Terakhir jangan lupa berdoa," ungkapnya.   



Kontributor: Abdul Rahman Ahdori Editor: Kendi Setiawan

Ingin Jadi Dokter, Gadis Sumba Kuliah di Unwahas Semarang

Semarang.Prinsip ekuitas yakni kesetaraan dalam mendapatkan pendidikan tanpa membedakan suku, agama, ras, antargolongan, gender, serta status sosial dan politik menjadi hal yang wajib bagi setiap penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi. 

Hal ini sebagai wujud implementasi Permenristekdikti No 90 tahun 2017 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru bagi Program Sarjana. Kampus di bawah Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) pun juga menegakkan prinsip ini.   Adalah Klemen, seorang mahasiswi dari Sumba Nusa Tenggara Timur yang sedang menempuh pendidikan di Program Studi Kedokteran Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang. 

Gadis periang yang mempunyai nama lengkap Klemensia Riani Kalli ini masuk tahun 2017 di Fakultas Kedokteran (FK) Unwahas. Sejak kecil dia memang bercita-cita ingin menjadi dokter. Cita-citanya ini dilatarbelakangi oleh meninggalnya sang ayah karena sakit.

 "Saat itu ayah saya dibawa ke rumah sakit yang harus melewati dua kabupaten," kenangnya. 

Desanya yang terpencil masih sangat tertinggal dalam hal pendidikan dan kesehatan.  
Dari situlah terasa bahwa tenaga kesehatan sangat dibutuhkan di desa-desa. 

"Saya ingin menjadi seorang dokter spesialis patologi anatomi yang bisa membantu meningkatkan mutu kesehatan di daerah asal saya," tuturnya.   

Perjuangannya dalam menimba ilmu ternyata tidak mudah, faktor ekonomi menjadi kendala di awal kuliahnya. "Puji Tuhan, biaya kuliah saya mendapatkan keringanan dari kampus," katanya.

 Di samping itu, dia juga mendapatkan beasiswa setiap bulan dari Ketua Pengurus Daerah Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) Provinsi Jawa Tengah. Perhimpunan Inti merupakan organisasi sosial kemasyarakatan bersifat kebangsaan, bebas, mandiri, nirlaba, dan non-partisan. Walaupun sebagian besar anggotanya adalah WNI keturunan Tionghoa, namun Perhimpunan Inti bukan merupakan organisasi ekslusif sehingga terbuka untuk semua. 

 Sementara itu Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan FK Unwahas, Siti Nur Chasanah, merasa bangga dengan tekad mahasiswanya ini.

"Dia memang memiliki prestasi akademik yang bagus, semangatnya luar biasa dalam kuliah," jelas dosen FK yang sekaligus anggota Fatayat NU ini. 

 Zain Yusuf Wakil Rektor bidang Keuangan membenarkan tentang adanya kebijakan keringanan biaya pendidikan bagi mahasiswa.   "Unwahas sangat memberikan perhatian kepada mahasiswa dari berbagai agama, suku, dan ras yang sedang studi di Kampus NU ini," terangnya di Kampus Unwahas Kalipancur (27/2).   

Hal ini juga sejalan dengan prinsip education for all yang diterapkan di kampus. Dengan dasar-dasar kebangsaan yang diajarkan KH A Wahid Hasyim, kampus membuka kesempatan kepada siapa saja di semua wilayah Indonesia untuk bisa menempuh pendidikan.   "Pendidikan untuk setiap Anak Bangsa,” tutupnya.


Kontributor: Imam Syafaat Editor: Kendi Setiawan


Rabu, 26 Februari 2020

Cara Biasakan Anak Makan Sayur dan Buah

Jakarta Terkait asupan gizi anak, orangtua harus cermat memilih makanan. Bahan makanan segar akan membantu tumbuh kembang anak secara optimal.
Namun, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) terbaru, tahun 2018, menunjukkan lebih dari 90 persen anak usia 10 tahun ke atas di Indonesia kurang makan sayur dan buah.
Guna mengatasi hal itu, ahli nutrisi Saptawati Bardosono menyarankan, perbanyak memberikan sayur dan buah pada anak.
"Sediakan sayur dan buah. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan, lebih dari 90 persen anak usia 10 tahun ke atas masih kurang makan sayur dan buah," ujar Tati, sapaan akrabnya, dalam acara temu media di Gedung IMERI FK-UI, Salemba, Jakarta, Senin (27/1/2020).
Tati mengatakan, konsumsi sayur dan buah pada anak bisa dibiasakan dengan rajin memperkenalkannya pada anak. "Setiap kali makan, perkenalkan sayur dan buah. Dengan cara ini, otak anak akan merekam rasa sayur dan buah."

Anak bisa diperkenalkan makan pisang dan alpukat. Sayuran kaya vitamin, seperti wortel, brokoli, dan bit juga dapat diberikan.**


Sumber:https://www.liputan6.com/health/read/4165829/cara-biasakan-anak-makan-sayur-dan-buah

Waktu Tidur Lebih Larut Berkaitan dengan Obesitas Anak, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jakarta - Pernahkah terlintas pada pikiran bahwa waktu tidur seorang anak mempunyai kaitan dengan obesitas atau kelebihan berat badan? Mungkin jawaban dari hasil dari studi penelitian berikut dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Waktu tidur anak-anak di seluruh dunia sangat beragam, dengan anak-anak di beberapa negara seperti Spanyol dan beberapa bagian di Asia, biasanya terjaga lebih lama.
Sebuah studi baru menunjukkan keterkaitan jam tidur yang lebih larut dengan peningkatan risiko obesitas untuk anak-anak. Walaupun para peneliti mengatakan orang tua tidak boleh terburu-buru untuk membuat anak-anak TK tidur lebih awal.

Seperti dikatakan oleh professor pediatric di Karolinska Institute di Swedia Dr. Claude Marcus, sebagai gantinya, para ibu dan ayah yang harus fokus mempertahankan rutinitas yang teratur tentang penjadwalan waktu makan dan tidur.

Dilansir dari CNN, Selasa (25/2/2020), berdasarkan sebuah hasil penelitian yang merupakan bagian dari studi lebih luas tentang obesitas, menunjukkan bahwa 64 dari 107 anak di Swedia memiliki orang tua yang menggolongkan kelebihan berat badan atau obesitas sebagai salah satu dampaknya.
Para peneliti mengamati berat, tinggi, dan lingkar pinggang dari setiap anak usia satu hingga enam tahun dan ketika penelitian dimulai, semua anak memiliki ukuran yang sama. Waktu tidur dilihat selama tujuh hari berturut-turut dengan menggunakan pelacak yang dikenakan di pergelangan tangan anak.

Pada akhir penelitian, hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak yang biasa tidur larut malam, memiliki pinggang yang lebih luas dan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi.

Marcus menyampaikan  bahwa tidak tidur melebihi pukul 21.00 bisa menjadi salah satu tanda dari gaya hidup keseluruhan yang membuat anak-anak berisiko lebih besar kelebihan berat badan.**



Sumber:https://www.liputan6.com/global/read/4187418/waktu-tidur-lebih-larut-berkaitan-dengan-obesitas-anak-ini-penjelasan-ilmiahnya?source=search

Senin, 24 Februari 2020

Gerakan Makan Ikan Untuk Cegah Stunting Pada Anak

akarta, PAUD dan Dikmas. Dalam rangka mengedukasi anak sejak dini suka makan ikan untuk mencegah stunting, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menggelar gerakan edukasi makan ikan cegah stunting yang diadakan serentak di seluruh Indonesia. Direktorat Jenderal Pendidikan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun turut menggelar gerakan makan ikan ini dengan mengajak siswa-siswa PAUD KM 0 Mekar Asih, Kamis (21/11).
Saat membuka kegiatan tersebut, dihadapan anak-anak dan para orang tua peserta didik dan pengelola PAUD KM 0 Mekar Asih, serta beberapa pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), Harris Iskandar selaku Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Dikmas juga membacakan buku cerita anak bertemakan ikan,
Sambil membacakan cerita Harris berpesan agar anak-anak gemar memakan ikan supaya sehat dan pintar, sedangkan kepada para orang tua Dirjen menyampaikan agar membiasakan anak makan ikan sejak dini. “Anak-anak makan ikan ya, supaya sehat dan cerdas, untuk ayah ibu mari biasakan anak kita makan ikan agar tidak stunting,” ujar Dirjen.
Usai mendengarkan cerita, anak-anak PAUD KM 0 Mekar Asih makan ikan secara bersama kemudian berfoto bersama dengan Dirjen PAUD dan Dikmas, Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD KM 0, beserta Ketua dan Pengurus HIMPAUDI yang hadir.

Sumber: (Tim Warta/MHF/AS/KS)

Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini

Terdapat pepatah yang menyebutkan bahwa walaupun jumlah anak-anak hanya 10% dari total jumlah penduduk, tetapi mempengaruhi 100% masa depan. Investasi untuk program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dianggap sangat penting, sebab akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Banyak studi menunjukkan bahwa investasi pada pendidikan anak usia dini memberikan return atau pengembalian hasil yang paling tinggi dibandingkan kelompok umur lainnya. Hal ini disebabkan karena masa pembentukan otak manusia terjadi paling cepat pada usia di bawah 7 tahun, di lain pihak biaya investasi untuk program anak usia dini adalah paling murah dibandingkan dengan kelompok-kelompok umur lainnya.

PAUD dianggap penting, sebab pembangunan karakter yang paling efektif dilakukan adalah pada usia sedini mungkin. Tim Utton berkata bahwa "At 3, you're made for life" (Pada usia 3 tahun, Anda dibentuk untuk seumur hidup). Ungkapan tersebut mengacu kepada sebuah studi yang dilakukan oleh University of Otago di New Zealand yang meneliti lebih dari 1.000 anak-anak selama 23 tahun, dan terbukti bahwa sejak usia tiga  tahun seorang anak telah dapat diprediksi bagaimana karakternya kelak ketika dewasa...(Selengkapnya dapat di Download)


(Sumber Berita: Rusdiana, S.Pd., M.Pd.)                         

Serah Terima Jabatan Mendikbud

Jakarta, PAUD dan Dikmas. “Saya sangat nyaman bekerja di Kementerian ini,” ujar Muhadjir Effendy saat melakukan serah terima jabatan dengan Mendikbud Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Makarim. Rabu (23/10)
Semua bekerja keras, dan memiliki tingkat kompetensi yang cukup bagus, bisa saya ajak berselancar, berjibaku, berakrobat, sesuai dengan arahan Presiden selama ini agar tidak terjebak dengan rutinitas atau monoton, dan selalu mencari terobosan, ujar Muhadjir Effendy menambahkan.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan pegawai Kemendikbud yang telah bekerja sama dengannya selama kurang lebih tiga tahun. Menurutnya, banyak suka dan duka yang ditemuinya selama memimpin Kemendikbud, termasuk belajar banyak hal. “Saya dapat banyak pelajaran dari bapak/ibu sekalian,” katanya.

Muhadjir meminta maaf jika dalam memimpin Kemendikbud selama ini ada ucapan dan tindakan yang menyinggung perasaan pejabat dan pegawai Kemendikbud. Menurutnya, semua yang dilakukannya adalah untuk melaksanakan tugas-tugas yang diamanahkan Undang-Undang dan digariskan Presiden. “Menteri pada dasarnya kan pembantu Presiden dan menerjemahkan visi dan misi Presiden di bidang masing-masing,” tuturnya.

Ia pun menyambut kehadiran Mendikbud baru Nadiem Makarim dan mengucapkan selamat datang, serta meminta Nadiem untuk melanjutkan atau mengevaluasi kebijakan yang sudah dijalankan, baik sebelum masa jabatan Muhadjir maupun kebijakan yang dikeluarkan di masa sebelumnya. “Silakan dievaluasi secara menyeluruh, bagian mana yang bisa dilanjutkan. Kalau tidak relevan silakan direvisi atau buat kebijakan baru,” katanya.

Menurut Muhadjir Effendy yang sekarang diberi amanah baru oleh Presiden Jokowi sebagai Menko PMK, pejabat di Kemendikbud sangat menguasai masalah, sehingga Mendikbud Nadiem tidak perlu ragu bertanya, termasuk kepada dirinya. “Kalau ada hal-hal yang perlu saya jelaskan atau bantu, saya sangat terbuka,” tutur mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.
Terakhir, Muhadjir menyampaikan apresiasinya kepada insan media yang telah membantu menyebarluaskan program dan kebijakan Kemendikbud. “Demikian yang bisa saya sampaikan,” ujar Muhadjir menutup sambutannya.

Sumber:(Tim Warta/MHF/AS/KS)

Sabtu, 01 September 2018

Aktivitas Fisik Ringan yang Bikin Otak Anak Fokus

Jakarta Anak-anak yang sudah bersekolah baik di tingkat SD hingga SMA seringkali berkutat dengan seabreg pekerjaan rumah (PR).

Oleh karena otak dan fisik yang merasa lelah, membuat anak seringkali kesulitan menyelesaikannya. Jika mendapati buah hati tampak sulit saat mengerjakan PR, cobalah lakukan beberapa aktivitas fisik.

Boleh Ditiru oleh Para Orangtua, Ini 6 Alasan Anak-Anak di Asia Timur Punya Otak Encer
Aktivitas ini dikenal dengan sebutan brain breaks. Merupakan cara sederhana untuk melawan frustrasi dan meningkatkan fokus dan memenuhi kebutuhan harian anak untuk aktivitas fisik.

Gerakan brain breaks harus aktif dan menyenangkan. Anda pun bisa mengajak anak melakukannya saat berada di rumah. Apa saja yang bisa dilakukan saat brain breaks, berikut penjelasannya seperti dikutip Verywell Family pada Minggu, 2 September 2018.

- Lompat-lompatan

Bisa melakukan permainan lompat tali, melompat dari satu titik ke titik lain atau melakukan lompatan sebanyak mungkin selama 60 detik. Dengan melompat akan memompa aliran darah jadi lebih kencang termasuk ke area otak.

Sumber:https://www.liputan6.com/health/read/3633929/aktivitas-fisik-ringan-yang-bikin-otak-anak-fokus?source=search

Ribuan Siswa Lakukan Gerakan Periksa Kerapihan Diri Bersama-sama

KENDAL - Sebanyak 1.634 siswa SMK Bina Utama Kendal, Jawa Tengah melakukan gerakan periksa kerapian diri bersama-sama secara serentak di lapangan sekolah, Senin (27/8/2018) pagi. Sebanyak 14 gerakan dilakukan serentak dan membentuk pola bendera Merah Putih.

Untuk mendapatkan 14 gerakan, ribuan siswa tersebut digembleng anggota TNI dari Koramil Kendal selama dua hari berturut-turut. Bimbingan pelatihan dan keterampilan itu awalnya hanya untuk membentuk karakter siswa, tapi dalam perjalanannya ada gerakan yang bagus sehingga muncul gagasan untuk dilakukan secara serentak oleh siswa.

Kepala SMK Bina Utama Kendal Susandari mengatakan, bimbingan dan pelatihan oleh anggota Koramil Kendal bertujuan memotivasi siswa agar lebih disiplin dan selalu rapi dalam memakai seragam. "Harapannya dengan kegiatan ini siswa mampu menerapkan kedisplinan tidak hanya di sekolah tapi dalam kehidupan sehari-hari," katanya, Senin (27/8/2018).

Gerakan periksa kerapian diri 1.634 siswa ini kemudian dicatat sebagai rekor baru Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) sebagai peserta terbanyak. "Gerakan periksa kerapian diri oleh ribuan siswa merupakan hal baru dan kali pertama dilakukan dengan jumlah terbanyak," kata Ketua Umum Leprid Paulus Pangka.

Selian melakukan gerakan periksa kerapian diri secara serentak dan bersama-sama, ribuan siswa juga membentuk koreo bendera Merah Putih. Siswa barisan belakang ditempel kertas berwana merah sehingga saat melakukan gerakan membungkuk terbentuk bendera Merah Putih berukuran besar.**

Sumber:https://daerah.sindonews.com/read/1333327/22/ribuan-siswa-lakukan-gerakan-periksa-kerapihan-diri-bersama-sama-1535342627

Di PAUD Ini, Bayar Uang Sekolah Pakai Sampah

MEDAN - Demi membantu pemerintah dalam dunia pendidikan, seorang warga di kawasan pesisir Belawan, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Medan, Sumatera Utara, mendirikan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Di sekolah ini, siswa membayar uang sekolah dengan menggunakan sampah.

Saat ditemui Rabu tahun lalu  Zainab Yusuf (48), pengelola PAUD Fitri, mengatakan, kehadiran sekolah ini membuat para ibu rumah tangga mengumpulkan sampah setiap hari, kemudian membawa sampah tersebut ke sekolah sebagai pengganti biaya sekolah anak-anak mereka.

Dia menambahkan, membayar uang sekolah dengan menggunakan sampah, selain membantu untuk menjaga kebersihan lingkungan di Kelurahan Bagan Deli, juga dapat membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah agar dapat menyekolahkan anak-anak mereka.

Untuk diketahui, pada umumnya para orang tua murid di sini bekerja sebagai nelayan tradisional di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan.

Sumber :https://daerah.sindonews.com/read/1226342/191/di-paud-ini-bayar-uang-sekolah-pakai-sampah-1501653772

MULTI TAB 1

Pentas Seni & Perpisahan

Pentas Seni & Perpisahan

MULTI TAB 2

Kegiatan Kartinian

Kegiatan Kartinian

MULTI TAB 3

anoman

anoman

MULTI TAB 4

perpisahan

perpisahan

MULTI TAB 5

kartinian 2

kartinian 2


MULTI TAB 6

1

Entri Populer

MULTI TAB 7

Headline

">

MULTI TAB 9

Buku Tamu

MULTI TAB 10

Daftar Blog Saya

MULTI TAB 11




 
KEMBALI KEATAS
') }else{document.write('') } }